Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
SEIRING lahirnya Undang- Undang Nomor 11 Tahun 2019 tentang Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi ( Sisnas Iptek) keberadaan lembaga lembaga riset yang telah ada diusulkan tetap dipertahankan sebagai aset nasional.
Hakekatnya kelembagaan Iptek merupakan kelembagaan yang kinerjanya berbasis kreativitas pegiat Iptek dan kadar relevansi program terhadap kebutuhan masyarakat atau pasar, jadi determinan faktornya bukan karena faktor otoritas kelembagaan atau nomenklatur kelembagaan.
Prasetyo Sunaryo, Ketua Dewan pembina Yayasan Lembaga Bantuan Teknologi (LBT) Prasetyo Sunaryo mengatakan, UU tersebut mengamanatkan pembentukan lembaga dengan sebutan Badan Riset dan Inovasi Nasional atau menjadi BRIN.
“Saya kira harus jelas benar apa peran, misi lembaga baru tersebut ditengah keberadaan lembaga Iptek yang telah ada. Badan tersebut mendapat amanat melaksanakan integrasi dari kegiatan penelitian, pengembangan, pengkajian, dan penerapan, serta Invensi dan Inovasi,” kata Prasetyo dalam keterangan tertulisnya.
Ia menilai posisi inovasi adalah merupakan produk paling hilir dari kegiatan Iptek, maka tugas BRIN adalah melakukan proses hilirisasi produk Iptek yang diawali dengan penyusunan rencana induk Iptek.
Karena inovasi itu di hilir, lanjutnya, maka proses hulu Iptek masih harus tetap dilaksanakan oleh Lembaga Iptek yang telah ada seperti LIPI, LAPAN, BPPT, Batan dan lain lain sehingga fungsi BRIN bukan untuk mengggabungan lembaga-lembaga Iptek yang telah ada.
Baca juga : Pemerintah Diminta Perhatikan Keselamatan Pekerja Kesehatan
Menurutnya, inovasi dapat terwujud bila didukung pilar Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang dilahirkan oleh sumber daya manusia ilmu pengetahuan dan teknologi (SDM' Iptek) Pilar-pilar itu dinilainya sudah ada dengan lengkap.
"Jadi konteks integrasi disini oleh BRIN adalah, BRIN membuat rencana induk Iptek guna menghasilkan inovasi sebagai rancangan pencapaian solusi permasalahan nasional. Selanjutnya berdasarkan rencana induk, pelaksanaannya oleh Lembaga Iptek yang sudah ada sesuai dengan tupoksi masing-masing lembaga maka tugas BRIN adalah mendistribusi pelaksanaan program yang tercantum dalam rencana induk ke masing-masing lembaga Iptek yang sudah ada bukan melebur menjadi BRIN,” tegas Prasetyo
Dia menegaskan, dalam menyusun rencana induk saja sudah cukup berat, dan ini akan dilaksanakan oleh BRIN yang penyusunannya bisa saja dilakukan oleh gabungn para peneliti atau perekayasa senior, praktisi Iptek, pengamat Iptek dan para pegiat eknonomi berbasis Iptek. Dengan begitu, bukan menghilangkan atau melebur lembaga-lembaga Iptek yang sudah ada yang justru berisiko membawa kerugian pada masa mendatang.
"Jadi BRIN menjalankan fungsi atau paradigma sinergitas lembaga Iptek yang sudah ada bukan melakukan restrukturisasi, " tuturnya seraya menambahkan mestinya keberadaan institusi Iptek yang sudah ada lebih baik dioptimalisasikan atau lebih diberdayakan guna mendukung kebijakan nasional Iptek yang tertuang dalam rencana Induk.
Agar peran masing-masing lembaga yang ada sekarang seperti apa adanya dan selanjutnya diintegrasikan program-programnya oleh BRIN dengan merujuk pada rencana induk Iptek. Sehingga pada ujung hilirnya akan menghasilkan inovasi yang siap untuk diproduksi secara massal oleh sistim produksi nasional.
Prasetyo menukas yang paling utama diperlukan negara dalam membangun memang benar inovasi dan itu merupakan ujung paling hilir dari aktivitas Iptek.'
"Jadi bagian hulu aktivitas Iptek yang sudah ada hendaknya diperlakukan sebagai asset nasional, " pungkas Prasetyo. (RO/OL-7)
Prestasi ini menegaskan komitmen Pertamina dalam mendorong budaya inovasi yang berkelanjutan, memperkuat riset terapan, serta menghadirkan solusi teknologi.
Penderita Restless Legs Syndrome (RLS) memiliki risiko lebih tinggi terkena Parkinson dibandingkan orang yang tidak mengalami gangguan tersebut.
Riset ini bertujuan memberikan panduan bagi elit politik sekaligus edukasi bagi masyarakat mengenai kompetensi pemimpin yang benar-benar dibutuhkan di Indonesia.
Kepemimpinan transformasional kepala sekolah, budaya hijau sekolah, dan motivasi intrinsik siswa memiliki pengaruh signifikan terhadap perilaku ramah lingkungan.
Penghargaan bagi peneliti muda menjadi instrumen penting dalam membangun ekosistem riset nasional yang unggul, berintegritas, dan berdaya saing.
Upaya peningkatan kualitas nutrisi masyarakat Indonesia terus diperkuat melalui riset dan publikasi ilmiah yang berkelanjutan.
LIMA mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (FK USK) berhasil meraih prestasi gemilang di panggung dunia.
Penelitian ini menawarkan rekomendasi yang dinilai dapat memperkuat posisi Indonesia dalam menghadapi tantangan keamanan regional.
Para ilmuan menemukan bahwa bagian otak yang awalnya dianggap hanya memproses penglihatan ternyata dapat memicu gema sensasi sentuhan.
Resiliensi petani merupakan syarat penting jika pengelolaan usaha kelapa di provinsi tersebut ingin berkelanjutan.
Hasil penelitian menemukan persoalan kental manis bukan hanya perihal ekonomi, tetapi juga regulasi yang terlalu longgar.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI menilai Kitab Fikih Zakat karya Dr. Nawawi Yahya Abdul Razak Majene sangat relevan bagi pengelolaan zakat di era modern.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved