Headline
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama Kusubandio menyatakan pariwisata merupakan sektor yang paling terdampak pandemi covid-19. Di tengah situasi seperti ini, menurutnya, Kemenparekraf menunda strategi pariwisata Indonesia untuk fokus bersama kementerian/lembaga lain menghadapi Covid-19.
"Jadi memang fokus kita sekarang menghadapi pandemi Covid-19. Semua menshifting prioritas (program)," ujar Wishnutama dalam sebuah diskusi daring, Sabtu (4/4).
Baca juga: Petani Malangbong Garut Siap Panen Jagung Seluas 1.523 Ha
Menparekraf menjelaskan bahwa pemindahan (shifting) strategi dari kuantitas ke kualitas menjadi salah satu prioritas program Kemenparekraf.
"Itu salah satu main strategi pariwisata Indonesia ke depan. Yang penting dalam hal ini devisa yang dibawa masuk ke Indonesia," katanya.
Wishnutama mencontohkan, jumlah wisatawan yang masuk ke Malaysia lebih besar dari Indonesia. Namun, menurutnya, dari sisi devisa tidak terlalu besar karena rata-rata pengeluaran per kunjungan (average spending per arrival) wisatawannya di bawah USD1000.
Jika dibandingkan dengan Australia, katanya, jumlah wisatawan mereka hanya 9 juta per tahun. Namun, devisanya lebih besar karena rata-rata wisatawan menghabiskan sekitar USD3000 perkunjungan.
"Jadi memang ini sebagai bagian dari grand strategi kita, shifting dari quantity ke quality sehingga dampak yang dirasakan kepada perekonomian Indonesia akan jauh lebih baik," jelas Wishnutama.
"Semakin berkualitas mungkin wisatawan itu akan semakin mengapresiasi lingkungan, kebersihan, budaya, dan sebagainya," imbuhnya.
Namun saat ini, menurut Menparekraf, sesuai arahan Presiden Joko Widodo kementerian/lembaga harus fokus dalam memitigasi dampak dari Covid-19, dari segi kesehatan maupun ekonomi.
"Sehingga strategi kualitas tadi kita pending sampai semua ini berakhir. Tapi bukannya dibatalkan, kita tunda sampai keadaan jauh lebih baik,"
Sejauh ini, berbagai kebijakan sudah dilakukan pemerintah untuk meminimalisasi dampak pandemi Covid-19 ini.
"Kemarin yang sudah diumumkan yang bisa terkait dan dimanfaatkan oleh sektor pariwisata, misalnya PPH 25 dari 25% jadi 22%, lalu relaksasi kewajiban perbankan, rencana kartu prakerja juga, pengurangan beban biaya listrik, stimulus KUR," jelas Wishnutama.
Menurutnya, kebijakan lain pun tengah dipersiapkan pemerintah.
"Kami terus berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga lainnya untuk mencari kebijakan-kebijakan untuk mensupport usaha-usaha. Misalnya meminimalisir potensi terjadi PHK," pungkasnya. (OL-6)
Ia menegaskan, terdapat tiga virus pernapasan utama yang idealnya terus dipantau, yakni COVID-19, influenza, dan Respiratory Syncytial Virus (RSV).
Objektif harus diakui bahwa sekolah daring adalah proses pembelajaran yang menyebabkan lahir generasi covid-19
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Memahami perbedaan mendasar antara Super Flu, Influenza, dan Covid-19 bukan hanya soal ketenangan pikiran, tetapi juga tentang ketepatan penanganan medis untuk mencegah komplikasi serius.
GURU Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Dominicus Husada, menilai penularan virus Nipah tidak sebesar kasus covid-19 yang menjadi pandemi.
Secara sederhana, zoonosis adalah penyakit infeksi yang ditularkan dari hewan vertebrata ke manusia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved