Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
PARA peneliti melaporkan bahwa vaksin potensial untuk covid-19 telah dikembangkan dan diuji dengan sukses pada tikus.
"Kami ingin memberikan ini ke pasien sesegera mungkin," kata Andrea Gambotto, profesor bedah di University of Pittsburgh School of Medicine dan salah satu penulis makalah yang mengumumkan vaksin dalam jurnal EBioMedicine, seperti dikutip dari USA Today, kemarin.
Vaksin sering membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk mendapatkan persetujuan dari Administrasi Makanan dan Obat-obatan AS. Namun pada 16 Maret, empat sukarelawan sehat pertama di Seattle menerima vaksin potensial untuk covid-19 yang berbeda, yang dibuat oleh sebuah perusahaan Moderna dan dikelola dalam uji klinis kecil di Kaiser Permanente Washington Health Research Institute.
Meskipun vaksin yang diuji di Seattle menggunakan teknologi baru dan lebih cepat tetapi itu belum teruji. Vaksin yang dikembangkan di Pittsburgh menggunakan teknik yang sama yang digunakan dalam suntikan flu. Vaksin Pittsburgh menggunakan protein virus buatan laboratorium untuk membangun kekebalan seseorang terhadap virus.
Pengujian pada tikus menemukan bahwa vaksin mendorong gelombang antibodi penangkal virus dalam waktu dua minggu.
"Ada banyak, banyak kandidat vaksin dalam berbagai tahap pengujian," kata David O'Connor, profesor di University of Wisconsin School of Medicine and Public Health, yang melihat makalah tersebut yang diterbitkan untuk pertama kalinya pada Kamis (2/4)
O'Connor mengatakan bahwa sebuah vaksin menghasilkan respons kekebalan adalah langkah pertama yang penting dalam menentukan vaksin mana yang harus bergerak maju, tetapi itu hanya langkah pertama dari banyak langkah menuju vaksin yang berguna. Makalah ini, katanya, menunjukkan beberapa dari data 'langkah pertama' itu.
Vaksin potensial untuk covid-19 ini menindaklanjuti penelitian yang dilakukan Gambotto dan Falo pada Desember 2003 ketika mereka siap untuk melanjutkan ke uji klinis dengan vaksin untuk virus korona lainnya, Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). Tapi, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan SARS dapat dikekang pada Juli 2003. Pendanaan untuk vaksin SARS pun menghilang.
"SARS CoV-2 mengajarkan kita bahwa penting untuk bereaksi dan (mengikuti) sampai tuntas," kata Gambotto. "Ya, itu kesalahan untuk tidak menguji vaksin saat itu," katanya.
Peneliti Pittsburgh mengembangkan vaksin untuk mengobati unta Arab untuk virus korona lain, Middle East Respiratory Syndrome (MERS).
Gambotto mengatakan mereka mengadaptasi teknik yang telah mereka kembangkan untuk virus korona sebelumnya untuk membuat satu yang dirancang khusus untuk virus yang menyebabkan covid-19.
Proses menerjemahkan karya mereka untuk digunakan pada covid-19 membutuhkan waktu 10 hingga 12 hari. Mereka berkolaborasi dengan 11 ilmuwan lain, termasuk dua dari Erasmus Medical Center di Rotterdam, Belanda.
Gambotto dan Falo mengatakan vaksin mereka akan diberikan di lengan atas tetapi tidak perlu disuntik dengan jarum seperti vaksin flu. Para ilmuwan mengembangkan tambalan seukuran ujung jari yang berisi 400 jarum kecil. (USA Today/OL-2)
Vaksin penguat atau booster Covid-19 masih diperlukan karena virus dapat bertahan selama 50-100 tahun dalam tubuh hewan.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) baru-baru ini mencatatkan jumlah kasus covid-19 secara global mengalami peningkatan 52% dari periode 20 November hingga 17 Desember 2023.
PJ Bupati Majalengka Dedi Supandi meminta masyarakat untuk mewaspadai penyebaran Covid-19. Pengetatan protokol kesehatan (prokes) menjadi keharusan.
PEMERINTAH Palu, Sulawesi Tengah, mengimbau warga tetap waspada dan selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan menyusul dua kasus positif covid-19 ditemukan di kota itu.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) mengklasifikasikan jenis virus covid-19 varian JN.1 sebagai VOI atau 'varian yang menarik'.
DINAS Kesehatan (Dinkes) Batam mengonfirmasi bahwa telah terdapat 9 kasus baru terpapar Covid-19 di kota tersebut,
Cacar api bisa muncul saat imun menurun, terutama usia 50+. Ketahui waktu tepat vaksin herpes zoster (Shingrix), dosis, manfaat, dan siapa yang perlu konsultasi.
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Vaksin yang sedang diuji adalah V181-005, sebuah formulasi baru yang berpotensi memberikan perlindungan yang lebih cepat dan efisien.
Lucia menjelaskan ketika terjadi bencana banyak orang yang terkena luka bisa karena seng, paku, dan sebagainya maka diberikan serum anti tetanus, untuk mencegah infeksi.
Kanker serviks saat ini merupakan penyakit penyebab kematian nomor 2 di Indonesia.
Pneumonia merupalan penyebab utama kematian pada balita, yang menurunkan fungsi alveolus pada paru-paru.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved