Headline
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
KELANGKAAN alat pelindung diri (APD) bagi para dokter dan tenaga paramedis yang menangani pasien terinfeksi virus korona membuat Wagino prihatin. Lantaran itu, pengusaha konfeksi di Solo ini membuat APD dengan bahan kain parasit yang direkomendasikan oleh seorang dokter,
"Banyak dokter mencari saya, agar membantu membuatkan pakaian pelindung (APD), karena rumah sakit sangat kekurangan dan jika dapat pun sudah sangat mahal. Saya prihatin dan terharu menerima curhat teman-teman dokter ini," tutur Wagino, UMKM konveksi di kawasan Jl Hos Tjokroaminoto, Jebres,Solo, Jumat (27/3).
Karena itu, dia memutuskan untuk membantu pengadaan APD, meski standarnya agak beda dengan yang selama ini dipergunakan rumah sakit maupun puskesmas. Bahan kain yang dipilih adalah kain parasit yang direkomendasi seorang dokter temannya, dinilai layak dibuat APD untuk menangani korona.
Seminggu terakhir ini, dia menyiapkan tukang jahit untuk memenuhi pesanan APD, dari dokter dan puskesmas. Teman teman dokter bilang, bahan kain parasit yang tidak tembus air pun sudah bagus, bahkan bisa dipakai berulang kali karena bisa dicuci. Beda dengan APD yang selama ini resmi dipakai, hanya sekali pakai," imbuh Wagino.
Sayangnya ternyata mencari bahan kain parasit di Solo yang sesuai dengan harapan dokter, tidaklah gampang. Wagino harus terus berburu, karena semakin banyak puskesmas dan rumah sakit yang meminta dibuatkan APD yang dibandrol dengan harga Rp200 ribu ini. Harga ini lebih murah dari APD dipasaran yang dibenderol Rp400-600 ribu.
Kemampuan rumah konveksinya hanya bisa menyelesaikan 40 potong APD per hari. Sementara pesanan terus membanjir, ada dari RS UNS, sejumlah puskesmas, rumah sakit Blora dan daerah lain.
"Kami hanya bisa produksi sedikit, bahan parasitnya sulit. Pesanan datang darii RS UNS 80 potong APD, Puskesmas Gajahan 40, RS Blora pesan 100 potong dan sejumlah dokter spesialis secara personal cukup banyak," kata Wagino. (OL-13)
Baca Juga: Dapur Juga Penting Didisinfeksi, Ini Caranya
Baca Juga: Pasar Tanah Abang Ditutup Sementara
Vaksin penguat atau booster Covid-19 masih diperlukan karena virus dapat bertahan selama 50-100 tahun dalam tubuh hewan.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) baru-baru ini mencatatkan jumlah kasus covid-19 secara global mengalami peningkatan 52% dari periode 20 November hingga 17 Desember 2023.
PJ Bupati Majalengka Dedi Supandi meminta masyarakat untuk mewaspadai penyebaran Covid-19. Pengetatan protokol kesehatan (prokes) menjadi keharusan.
PEMERINTAH Palu, Sulawesi Tengah, mengimbau warga tetap waspada dan selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan menyusul dua kasus positif covid-19 ditemukan di kota itu.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) mengklasifikasikan jenis virus covid-19 varian JN.1 sebagai VOI atau 'varian yang menarik'.
DINAS Kesehatan (Dinkes) Batam mengonfirmasi bahwa telah terdapat 9 kasus baru terpapar Covid-19 di kota tersebut,
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved