Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
SEJAK wabah virus korona Covid-19 merebak awal tahun ini, Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kesehatan telah memeriksa 446 spesimen pasien yang diduga terinfeksi virus yang bermula di Wuhan, Tiongkok itu.
"446 spesimen sudah kita periksa. 2 kan sudah konfirm positif dan 10 masih kita dalami lagi," kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto di Gedung Kenenterian Kesehatan, Jakarta Pusat, Rabu (4/3).
Yurianto merinci, spesimen tersebut didapatkan dari 188 anak buah kapal (ABK) kapal pesiar World Dream, 69 ABK Diamond Princess, 10 kru petugas di Diamond Princess, 168 dari 48 RS di Indonesia, dan 11 dari hasil penelusuran kasus di Bali.
Baca juga : Tak ada Suspect Korona di Diamond Princess dan World Dream
Yurianto menuturkan, pemeriksaan spesimen tersebut bukan berorientasi untuk pengobatan pasien. Pasalnya, hingga saat ini obat untuk menangkal Covid-19 masih belum ditemukan.
Namun begitu, pemerintah melakukan pengawasan dan pemeriksaan yang dilakukan untuk mencegah penyebaran virus yang sudah menyebar ke lebih dari 70 negara itu agar tidak terjadi penularan yang masif.
"Pemeriksaan ini dilakukan lebih ke faktor kesehatan masyarakat, karena ini kan bisa kontak dengan masyarakat lain. Bagi kita pemeriksaan untuk kepentingan tracking kontak. Kalau dia negatif kita gak khawatir kontak dengan subklasternya. Kalau positif itu yang khawatir," tandas Yurianto. (OL-7)
Vaksin penguat atau booster Covid-19 masih diperlukan karena virus dapat bertahan selama 50-100 tahun dalam tubuh hewan.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) baru-baru ini mencatatkan jumlah kasus covid-19 secara global mengalami peningkatan 52% dari periode 20 November hingga 17 Desember 2023.
PJ Bupati Majalengka Dedi Supandi meminta masyarakat untuk mewaspadai penyebaran Covid-19. Pengetatan protokol kesehatan (prokes) menjadi keharusan.
PEMERINTAH Palu, Sulawesi Tengah, mengimbau warga tetap waspada dan selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan menyusul dua kasus positif covid-19 ditemukan di kota itu.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) mengklasifikasikan jenis virus covid-19 varian JN.1 sebagai VOI atau 'varian yang menarik'.
DINAS Kesehatan (Dinkes) Batam mengonfirmasi bahwa telah terdapat 9 kasus baru terpapar Covid-19 di kota tersebut,
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved