Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
PERUSAHAAN farmasi global Mylan bekerja sama dengan PT. lndofarma pada mengumumkan peluncuran obat biosimilar Trastuzumab di Indonesia untuk pertama kalinya.
Obat itu akan dipasarkan oleh PT Indofarma dengan nama Hertraz®, sebuah obat biosimilar yang memiliki referensi dari inovatornya, Roche.
Hertraz® diindikasikan untuk pengobatan kanker payudara stadium awal HER2 positive, kanker payudara metastase dengan HER2-positive, dan kanker lambung metastase (gastritis atau adenokarsinoma gastroesophageal junction) yang akan tersedia dalam dosis 440 mg.
Associate Vice President Mylan Asia Tenggara & Head of Commercial Operations in Indonesia Harish TVN mengungkapkan, Mylan telah mendapatkan izin dari USFDA, EMA, dan perusahaan pembuat regulasi lainnya untuk obat biosimilar Trastuzumab dan telah sukses mengobati pasien di banyak negara semenjak pertama kali diluncurkan.
"Pertumbuhan kasus kanker payudara adalah kekhawatiran utama para wanita di negara-negara berkembang. Dengan persetujuan regulasi untuk obat biosimilar trastuzumab kami di lebih dari 80 negara di dunia, kami membawa pengalaman global tentang biosimilar ke Indonesia," katanya dalam acara peluncuran di Hotel Ritz-Carlton Mega Kuningan, Jakarta, Selasa (18/2).
Baca juga : Badan POM Godok Aturan Obat Daring
Obat ini juga telah mendapatkan izin edar oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik lndonesia.
Hertraz® akan dipasok oleh Mylan untuk kemudian dipasarkan dan didistribusikan oleh PT lndofarma. Kerja sama ini diikat oleh sebuah perjanjian komersial di antara kedua badan usaha tersebut.
Presiden Direktur Indofarma Arief Pramuhanto mengatakan, Indonesia memerlukan terapi biologis yang canggih dan terjangkau. Menurutnya, kemitraan antara Indofarma dan Mylan memberikan berbagai solusi untuk terapi biologis dalam memberikan kesempatan yang besar bagi pasien, meningkatkan efektivitas dan efisiensi sistem kesehatan, serta memajukan industri farmasi di Indonesia.
"Peluncuran Hertraz® di Indonesia adalah sebuah pencapaian penting bagi Indofarma dan dengan perjanjian komersial ini, kami berharap terapi biologis yang kuat dan komprehensif di masa depan akan menjadi kenyataan," ungkapnya dalam kesempatan yang sama.
Ahli Bedah Onkologi dari RS Dharmais Walta Gautama menyebut fokus obat ini adalah sebagai anti-HER2.
Baca juga : Kemenkes Dorong Pemerataan Distribusi Obat
"Kasarnya, kalau HER2nya positif, kanker itu 70% bandel, 30% ada juga yang gak bandel. Kalau dia pakai anti-HER2 (maka) yang 70% bandel itu ternyata jadi mendingan," katanya dalam kesempatan yang sama.
Namun, katanya, faktor tumbuhnya kanker bukan hanya HER2. Oleh karena itu, pengobatan kanker idealnya tidak hanya menggunakan obat anti-HER2 tetapi juga dibarengi kemoterapi.
Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kanker payudara adalah tipe kanker yang paling umum didiagnosis pada wanita di seluruh dunia, dengan sekitar 2,1 juta kasus baru di 2018. (OL-7)
Peneliti Universitas Airlangga mengembangkan turunan pinostrobin dari temu kunci yang berpotensi lebih efektif dan aman untuk terapi kanker payudara.
Dari studi tersebut, terdapat beberapa temuan utama terkait faktor gaya hidup setelah diagnosis kanker payudara dan pengaruhnya terhadap peluang kesembuhan ataupun kelangsungan hidup
Berdasarkan studi terkini, jumlah kasus kanker di tanah air diprediksi meningkat hingga lebih dari 70% pada 2050 jika upaya preventif dan deteksi dini tidak diperkuat sejak dini.
Studi terbaru The Lancet Oncology mengungkap ketimpangan tragis, angka kematian kanker payudara turun di negara maju, namun melonjak hampir 100% di negara miskin.
DIREKTUR Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (PTM) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) , Siti Nadia Tarmizi, memaparkan urgensi perbaikan sistem deteksi dini kanker payudara.
Kanker payudara masih jadi kasus tertinggi pada perempuan. Simak 8 langkah alami berbasis bukti ilmiah untuk menurunkan risiko, mulai dari olahraga hingga deteksi dini rutin.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved