Senin 03 Februari 2020, 17:54 WIB

Kemenkes Dorong Pemerataan Distribusi Obat

Atalya Puspa | Humaniora
Kemenkes Dorong Pemerataan Distribusi Obat

Antara/Irwansyah Putra
Persediaan obat untuk kebutuhan puskesmas di gudang farmasi Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh.

 

PT Anugerah Pharmindo Lestari (APL), perusahaan layanan kesehatan, meresmikan National Distribution Center (NDC) di Cikarang, Jawa Barat. NDC merupakan warehouse berskala nasional yang mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan distribusi layanan dan produk kesehatan di Indonesia.

Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan, Engko Sosialine Magdalene, mengatakan salah satu prioritas pemerintah saat ini mendorong ketersediaan, pemerataan dan keterjangkauan produk kesehatan berkualitas. Tujuannya meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan.

"Kami harap APL yang menghadirkan National Distribution Center, sebagai salah satu inovasi meningkatkan kapasitas dan kualitas pendistribusian obat dan alat kesehatan hingga ke seluruh wilayah Indonesia," kata Engko di kawasan industri Jababeka, Senin (3/2).

Pada kesempatan yang sama, Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor dan Zat Adiktif, Rita Endang, menyampaikan Badan POM terus melakukan upaya peningkatan komunikasi, pendampingan dan desk consultation untuk mengawal pelaku usaha. Baik industri farmasi maupun distributor atau Pedagang Besar Farmasi (PBF).

Baca juga: Obat Kedaluwarsa, Kemenkes Minta Monitor dan Evaluasi Puskesmas

"Berbagai upaya yang diambil Badan POM bertujuan mendukung akses dan ketersediaan obat untuk masyarakat, sebagai upaya peningkatan pelayanan kesehatan. Terutama di era Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)," imbuh Rita.

Dirinya berharap APL dapat mendukung upaya pemerintah dalam memberikan layanan distribusi kesehatan bagi seluruh masyarakat Indonesia. Presiden Director APL, Christophe Piganiol, mengatakan NDC dapat memperluas distribusi produk kesehatan ke masyarakat Indonesia.

"Hal ini sejalan dengan instruksi dari pemerintah Indonesia, untuk mengembangkan industri farmasi dan industri alat kesehatan di Indonesia," tutur Christophe.

NDC dinilai mampu menampung produk kesehatan dalam kapasitas lebih dari 19,000 pallet, dengan beberapa jenis ruang temperatur. Sehingga, distribusi produk akan lebih tepat waktu, tepat guna dan tempat yang tepat tepat dengan kualitas produk terbaik.

NDC juga memiliki 16 total loading dock, yang dilengkapi dengan inflatable dock shelter dan dock leveler. Nilai investasi proyek ini mencapai Rp 300 miliar, dan berlokasi di lahan seluas 39.930 meter persegi. Terdapat beragam fasilitas berstandar internasional yang mengakomodir berbagai produk kesehatan.(OL-11)

VIDEO TERKAIT:

Baca Juga

ANTARA FOTO/Olha Mulalinda

Ini Kelompok Masyarakat yang tak Bisa Diberi Vaksin Covid-19 Sinov

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Minggu 17 Januari 2021, 07:12 WIB
Beberapa kelompok yang tak bisa mendapatkan vaksin covid-19 sinovac yakni memiliki riwayat positif covid-19, wanita hamil dan menyusui,...
ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

Kemendikbud Turunkan Tim untuk Bantu Korban Gempa Sulawesi Barat

👤Suryani Wandari 🕔Minggu 17 Januari 2021, 05:34 WIB
Kemendikbud mendata terdapat 10 sekolah di Kab Majene, 14 sekolah di Kab Mamuju dan 3 sekolah di Kab Mamasa yang rusak akibat...
Rudi Kurniawansyah

Hujan Ekstrem masih Mengancam

👤(Put/RK/OL/RK/VL/X-10) 🕔Minggu 17 Januari 2021, 05:05 WIB
BALAI Besar Teknologi Cuaca, Badan Pengkajian, dan Penerapan Teknologi memperkirakan terjadinya hujan ekstrem yang melanda beberapa wilayah...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya