Headline
Pesan Presiden ialah efisiensi dimulai dari level atas.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Kesehatan menyebut proses pemulangan warga negara Indonesia (WNI) dari Wuhan, Tiongkok memerlukan proses yang cukup panjang.
Staf Ahli Bidang Hukum Kesehatan Kementerian Kesehatan Kuwat Sri Hudoyo mengungkapkan, proses pemulangan WNI dari Wuhan akan mengikuti regulasi internasional terkait karantina.
Kuwat menuturkan, nantinya WNI yang ada di Wuhan akan mengikuti proses karantina terlebih dahulu selama 14 hari sebelum melakukan perjalanan ke Indonesia.
"SOP nya yg diberlakukan bahwa evakuasi keluar Wuhan sulit, bila itu mungkin saat ini via darat. Dan di lokasi tujuan evakuasi dilakukan karantina selama dua kali masa inkubasi baru nanti bisa keluar dari Tiongkok," kata Kuwat kepada Media Indonesia, Rabu (29/1).
Masa karantina tersebut dilakukan agar memastikan novel coronavirus yang kini tengah mewabah di Tiongkok tidak masuk ke Indonesia.
Baca juga: Menkominfo Minta Warganet tidak Sebar Hoaks Soal Virus Korona
Setelah sampai di Indonesia, WNI dari Wuhan juga akan menjalani masa karantina sebelum diizinkan beraktivitas seperti biasa.
Kuwat menyatakan, prosedur tersebut akan dilakukan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat Indonesia.
"Itulah aturan sehingga penting adalah meredakan keresahan masyarakat, bahwa pemerintah hadir dan memantau terus menerus kondisi WNI di Wuhan," tandasnya.
Namun begitu, proses evakuasi WNI dari Wuhan bukanlah kewenangan Kementerian Kesehatan. Proses karantina WNI di Wuhan sebelum pulang ke Indonesia juga akan mengikuti prosedur yang ditetapkan otoritas Tiongkok.
"Evakuasi kewenangan Kemenlu, pemeriksaan kesehatan di tanah air akan dilakukan Kemenkes sesuai SOP. Sama dengan orang lain yg datang dari Tiongkok," tambah Sekretaris Dirjen P2P Kemenkes Achmad Yurianto. (OL-1)
PEMERINTAH Indonesia tengah menyiapkan evakuasi gelombang kedua warga negara Indonesia atau WNI dari Iran di tengah meningkatnya ketegangan konflik di kawasan Timur Tengah.
Menko Polkam Djamari Chaniago menegaskan kepulangan 22 WNI dari Iran merupakan bukti kehadiran negara dalam melindungi warganya di tengah situasi darurat internasional.
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) mengevakuasi 32 Warga Negara Indonesia dari Iran
Menlu Sugiono ungkap sulitnya evakuasi WNI dari Iran akibat penutupan ruang udara. Cek jadwal kedatangan 10 WNI berikutnya pada 11 Maret 2026 di sini.
Kemlu imbau WNI tunda perjalanan ke Timur Tengah akibat eskalasi keamanan. Simak update repatriasi 22 WNI dari Iran per 10 Maret 2026 di sini.
Kementerian Luar Negeri mengevakuasi gelombang pertama WNI dari Iran akibat situasi Timur Tengah yang tidak menentu. 22 WNI dijadwalkan tiba hari ini di Bandara Soekarno-Hatta.
Kementerian Kesehatan mengatakan bahwa sampai dengan minggu kesembilan 2026, kasus campak di Indonesia telah turun menjadi 511 kasus dari sebelumnya 531 kasus.
Pemerintah mempercepat pelaksanaan imunisasi campak-rubella (MR) di berbagai daerah menjelang periode mudik dan libur Lebaran.
Antisipasi lonjakan kasus, Kemenkes siapkan layanan vaksinĀ campak (vaksin MR) di posko mudik Lebaran 2026, terutama di bandara dan pelabuhan. Cek detailnya!
KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan campak menjelang periode mudik dan libur Lebaran.
Plt Dirjen Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan, Andi Saguni, mengimbau kepada masyarakat untuk tidak sembarangan menyentuh balita untuk mencegah terjadinya penularan campak.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyayangkan influencer Ruce Nuenda yang keluyuran atau beraktivitas di ruang publik saat sakit campak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved