Jumat 24 Januari 2020, 20:23 WIB

Muhammadiyah Keluarkan Fatwa Haram Vape

Ardi Teristi Hardi | Humaniora
Muhammadiyah Keluarkan Fatwa Haram Vape

Antara
Ilustrasi

 

ROKOK elektronik atau vape dinyatakan haram hukumnya bagi umat Islam, alasannya, merokok e-cigarette termasuk kategori perbuatan mengonsumsi thaba'is (merusak/membahayakan).

Larangan tersebut dikeluarkan lewat Majelis Fatwa Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah Nomor 01/PER/LI/E/2020 tentang hukum merokok e-cigarette, mulai 14 Januari 2020.

"Merokok e-cigarette hukumnya adalah haram sebagaimana rokok konvensional," kata Majelis Tarjih PP Muhammadiyah, Wawan Gunawan Abdul Wachid, di Yogyakarta, Jumat (24/1).

Fatwa tersebut, terang dia, mempertegas Fatwa Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 6 Tahun 2010 tentang Hukum Merokok.

Ia menyatakan, wajib hukumnya berdasarkan tujuan syariah (maqid asy-syari'ah) mengupayakan pemeliharaan dan peningkatan derajat kesehatan masyarakat.

Fatwa tersebut untuk melindungi dan memelihara generasi muda menciptakan lingkungan yang kondusif bagi terwujudnya kondisi
hidup sehat yang merupakan tak setiap orang.

Menurutnya, tren penggunaan vape semakin mengkawatirkan karena anak anak dan remaja mulai menjadi perokok vape.

"Majelis Tarjih PP Muhammadiyah kembali mengambil tindakan yang cepat untuk mengantisipasi hal ini dengan mengeluarkan Fatwa terkait larangan Rokok elektonik atau sering disebut vape," jelas dia di Gedung PP Muhammadiyah, Yogyakarta, Jumat (24/1).

Wawan menjelaskan, merokok e-cigarette mengandung unsur menjatuhkan diri ke dalam kebinasaan dan bahkan merupakan perbuatan bunuh diri secara cepat atau lambat sesuai dengan QS. al-Baqarah (2: 195) Q.S. an-Nisa' (4: 29).

Merokok e-cigarette membahayakan diri dan orang lain yang terkena paparan uap e-cigarette sebagaimana telah disepakati oleh para ahli medis dan para akademisi E-cigareite sebagaimana rokok konvensional diakui mengandung zat adiktif dan unsur racun yang membahayakan, tetapi dampak buruk e-cigarette dapat dirasakan baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

"Berdasarkan logika giys aulwi, keharaman e-cigarette lebih kuat dibandingkan dengan rokok konvensional," jelas dia.

Pasalnya, penggunaan e-cigarette tidak lebih aman dibandingkan dengan penggunaan rokok konvensional. Sesuai fakta ilmiah, tidak ada satu pun pihak medis yang menyatakannya aman dari bahaya.

Merokok e-cigarette dalam jangka waktu yang lama akan menumpuk jumlah nikotin dalam tubuh dan ditemukan zat karsinogen dalam e-cigarette. Selain itu, e-cigarette juga telah terbukti disalahgunakan untuk mengonsumsi narkoba. (OL-2)

 

 

Baca Juga

123RTF

Tangkal Virus Korona Pakai Dua Masker Sekaligus, Bolehkah?

👤Zubaedah Hanum 🕔Rabu 20 Januari 2021, 08:05 WIB
Baru ada satu studi kecil yang membahas manfaat memakai dua...
AFP/Saudi Ministry of Hajj and Umra

Jemaah Haji Tahun Ini Harus Diprioritaskan Dapat Vaksin Covid-19

👤Siswantini Suryandari 🕔Rabu 20 Januari 2021, 05:57 WIB
Menag meminta jemaah haji tahun 1442H/2021M mendapatkan prioritas vaksinasi Covid-19 agar mereka aman saat masuk Arab...
ANTARA

Menag Harap Pengasuh Ponpes dan Tokoh Agama Prioritas Divaksin

👤Siswantini Suryandari 🕔Rabu 20 Januari 2021, 05:46 WIB
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas berharap pengasuh pesantren dan para tokoh agama mendapat prioritas program vaksinasi...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya