Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
BALAI Besar Konservasi Sumber Daya Alam Riau bersama sejumlah lembaga konservasi sukses memasang kalung GPS (Global Positioning System) pada gajah sumatera liar. "Semoga langkah ini dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan sehingga permasalahan konflik antara manusia dan satwa liar dapat diminimalkan di Provinsi Riau," kata Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Suharyono di Pekanbaru, Kamis (31/2).
Baca juga : Populasi Gajah di Indonesia 'Tinggal' 1.328 Ekor
Ia mengatakan pemasangan kalung GPS dilakukan terhadap seekor gajah sumatera (elephas maximus sumatranus) yang merupakan kelompok gajah Petapahan. Kawanan gajah tersebut memiliki wilayah jelajah atau homerange di sekitar daerah Minas dan sekitarnya.
Tim yang memasang kalung kepada gajah bongsor tersebut terdiri dari BBKSDA Riau, KPH Tahura Minas, Yayasan Taman Nasional Tesso Nilo (YTNTN), Forum Konservasi Leuser (drh. Anhar) dan sukarelawan. "Seperti diketahui, kelompok ini wilayah jelajahnya sering
bersinggungan dengan pemukiman penduduk terutama di Desa Bencah Kelubi, Karya Indah dan sekitarnya," ujar Suharyono.
Untuk memantau pergerakan gajah agar tidak mendekati perkampungan, maka perlu dicari cara untuk melakukan pencegahan. Dengan melakukan pemasangan kalung GPS tersebut, lanjutnya, pergerakan gajah liar bersama kelompoknya dapat terpantau sehingga meminimalisir konflik dan kerugian material di pemukiman penduduk.
Sebelum kelompok gajah tersebut mendekati pemukiman, personel BBKSDA Riau dengan dibantu tim pencegahan dan penanggulangan konflik Satwa liar tingkat masyarakat yang telah dibentuk, akan segera menggiringnya menjauh dari pemukiman penduduk untuk masuk kembali ke hutan.
Pemasangan kalung GPS tersebut merupakan pemasangan awal yang akan diikuti dengan pemasangan lainnya terhadap kelompok gajah yang lain. "Sehingga seluruh kelompok gajah dapat dipasang GPS Collar untuk memudahkan kita melakukan pemantauan," demikian kata Suharyono. (Ant/OL-12)
PRESIDEN Prabowo Subianto menyiapkan Instruksi presiden atau Inpers untuk memperkuat upaya konservasi satwa liar, khususnya penyelamatan populasi gajah di Indonesia.
Kementerian Kehutanan menargetkan pemulihan kawasan hutan seluas sekitar 80.978 hektare yang menjadi koridor gajah.
Dari sekitar 1.100 ekor di seluruh Sumatra, diperkirakan hanya tersisa 216 ekor di Riau.
Seekor anak Gajah Sumatra dari populasi liar ditemukan mati di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo, tepatnya di Resort Lancang Kuning, Seksi PTN Wilayah I
Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan (Gakkum Kehutanan) mengintensifkan penyelidikan untuk membongkar jaringan di balik pembunuhan seekor gajah Sumatera di Provinsi Riau.
TNWK merencanakan penguatan infrastruktur pengamanan kawasan, meliputi pembangunan tanggul dan kanal, pagar pengaman, tembok penahan tanah, serta pembatas permanen.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved