Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan adanya potensi hujan lebat yang akan terjadi dalam tiga hari kedepan 21 – 23 Januari 2019 di sejumlah wilayah Indonesia.
Deputi Bidang Meteorologi BMKG, R Mulyono R Prabowo mengatakan hasil pengamatan BMKG menunjukkan adanya daerah pertemuan angin (konvergensi) yang memanjang dari Riau, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, memanjang di Samudera Hindia Selatan Jawa Tengah hingga Selatan Nusa Tenggara Barat bagian Barat, memanjang dari Perairan Utara Papua hingga Papua bagian Tengah, serta memanjang dari Nusa Tenggara Timur bagian Selatan hingga Laut Arafuru bagian Utara Darwin.
"Kondisi ini berpeluang meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di Riau, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Nusa Tenggara Timur bagian Selatan, dan Papua," kata Mulyono, dalam keterangannya, Selasa (21/1)
Selain itu, terdapat daerah Intrusi Udara Kering (Dry Intrusion) di Kalimantan Utara, Kalimatan Timur, Sulawesi Tengah hingga perairan Selatan Maluku yang mampu meningkatkan labilitas atmosfer di daerah 'muka intrusi udara kering'. Kondisi ini menyebabkan potensi pertumbuhan awan hujan di Kalimantan Tengah, Sulawesi Tegah bagian Utara, Sulawesi Barat bagian Utara, Sulawesi Selatan bagian Utara dan Sulawesi Tenggara bagian Utara.
Berdasarkan kondisi tersebut, beberapa wilayah seperti Aceh, Sumatera Barat, Riau, Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, Kep. Bangka Belitung, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Tenggara, dan Papua berpotensi mengalami hujan lebat pada hari ini (21/1).
Kemudian Esok harinya, Rabu (22/1), curah hujan yang sama akan dialami oleh Aceh, Sumatera Barat, Riau, Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, Kep. Bangka Belitung, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, dan Papua.
Sementara untuk lusa, Kamis (23/1), wilayah yang berpotensi adalah Aceh, Sumatera Barat, Riau, Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, Kep. Bangka Belitung, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, dan Papua.
Sementara itu, wilayah Riau, Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, Kep. Bangka Belitung, Jawa Barat, Jabodetabek, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, dan Papua berpeluang diterpa hujan dengan intensitas lebih lebat disertai angin kencang dan kilat/petir pada hari ini, Selasa (21/1).
Kondisi ini juga masih berlaku esok hari (22/1) untuk Riau, Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, Kep. Bangka Belitung, Jawa Barat, Jabodetabek, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, dan Papua.
Sementara lusa (23/1) daerah yang harus waspada adalah Riau, Bengkulu, Jambi, Kep. Bangka Belitung, Jawa Barat, Jabodetabek, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, dan Papua.
Pihaknya terus mengimbau masyarakat yang berdomisili atau sedang berada di beberapa wilayah yang berpotensi hujan lebat hingga disertai angin kencang dan petir/kilat tersebut untuk selalu berhati-hati.
"Ketika beraktivitas di luar ruang, serta persiapkan diri dengan peralatan antisipasi hujan," pungkasnya. (OL-13)
BMKG menyebutkan, sebagian besar wilayah Indonesia berpotensi mengalami cuaca berawan hingga berawan tebal pada hari ini.
Cuaca ekstrem yakni hujan lebat disertai angin kencang dan sambaran petir berpotensi di 17 daerah, sehingga diminta warga untuk waspada terhadap bencana hidrometeorologi.
Keputusan ini tidak terlepas dari prakiraan cuaca BMKG yang masih memprediksi intensitas hujan cukup tinggi dalam seminggu ke depan akibat cuaca ekstrem.
BMKG rilis peringatan dini cuaca Jakarta hari ini, Senin 26 Januari 2026. Cek titik rawan di sini.
Kondisi cuaca signifikan ini dipicu oleh penguatan Monsun Asia dan pengaruh tidak langsung dari Siklon Tropis Luana yang terpantau bergerak di selatan perairan Indonesia.
BMKG juga mengimbau masyarakat dan petugas untuk terus memperhatikan informasi cuaca terkini, mengingat kondisi cuaca ekstremĀ berpotensi memicu terjadinya longsor susulan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved