Selasa 21 Januari 2020, 12:06 WIB

Virus Pneumonia Menyebar, Tingkatkan Kewaspadaan di Bandara

Tesa Oktiana Surbakti | Humaniora
Virus Pneumonia Menyebar, Tingkatkan Kewaspadaan di Bandara

ANTARA FOTO/Risky Andrianto
Petugas keamanan bandara berjaga di pintu keberangkatan Bandara Internasional Halim Perdanakusuma, Jakarta.

 

KEMENTERIAN Kesehatan meminta masyarakat mewaspadai penyebaran penyakit pneumonia berat yang belum diketahui etiologinya. Kewaspadaan juga harus ditingkatkan di lintas sektor maupun lintas program di Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Halim Perdanakusuma. 

Sebelumnya, Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan menerbitkan Surat Edaran Nomor PM.04/III/43/2020 per 30 Januari 2020 tentang kesiapsiagaan dan antisipasi penyebaran penyakit pneumonia berat. Beberapa langkah pencegahan dan pengawasan yang diimbau Kementerian Kesehatan, yaitu:

1. Semua maskapai yang melayani penerbangan langsung maupun transit dari Tiongkok dan Hong Kong untuk menyampaikan dokumen kesehatan berupa gendec dan manifest penumpang, sesaat setelah mendarat kepada petugas di Pos Kesehatan KKP terminal penerbangan internasional.
2. Meningkatkan pengawasan kedatangan internasional, terutama penumpang yang datang dari negara terjangkit dengan skrining menggunakan kamera pemindai suhu tubuh (Thermal Scanner) dan Suveilans Syndrome. 
3. Melakukan identifikasi penerbangan langsung dari Tiongkok dan Hong Kong ke Bandara Soekarno-Hatta dan Halim Perdana Kusuma, baik penerbangan komersil maupun charter.
4. Melakukan sosialisasi kepada lintas sektor terkait, seperti maskapai, ground handling, imigrasi dan sektor lain untuk dapat mengenali secara dini gejala penyakit dan melaporkan kepada petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan.
5. Menayangkan media KIE Elektronik dalam bentuk video maupun digital banner di bandara.
6. Agar terhindar dari penyakit ini terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan. Gunakan Alat Pelindung Diri (APD) minimal seperti masker, bagi pelaku perjalanan dan pengusaha yang memiliki risiko tinggi kontak dengan penderita, yaitu personel pesawat, groundhandling, petugas imigrasi dan petugas kesehatan. Kemudian, terapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), seperti menutup hidung dan mulut saat batuk atau bersin, mencuci tangan dengan bersih dengan, tidak bertukar botol minum, serta menjaga kondisi daya tahan tubuh. Jika mengalami demam, batuk atau sesak nafas, segera menghubungi petugas kesehatan. Pelaku perjalanan menuju Tiongkok dan Hong Kong diimbau untuk memperhatikan penyebaran penyakit. Terpenting, hindari tempat berjangkitnya penyakit dan jangan melakukan kontak langsung dengan penderita yang mengalami demam, batuk dan sesak napas.

"Informasi ini bagian dari upaya mencegah penyakit pneumonia berat, agar penyakit yang belum diketahui penyebabnya di Tiongkok dan Hong Kong tidak masuk ke Indonesia, melalui Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Halim Perdana Kusuma," ujar Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Soekarno-Hatta, Anas Ma'ruf, dalam surat edaran terkait kewaspadaan penyakit pneumonia berat.(OL-11)

Baca Juga

Antara

Luas Lahan Gambut Terbakar di Aceh Mencapai 5,5 Hektare

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 02 Maret 2021, 23:00 WIB
Pada Senin (1/3) luas lahan yang terbakar di daerah tersebut lima hektare dan kini meluas menjadi 5,5...
AFP/Yasser Al-Zayyat

Apa Saja Fenomena Astronomi di Bulan Maret 2021

👤 Faustinus Nua 🕔Selasa 02 Maret 2021, 22:45 WIB
Di bulan Maret 2021 ini, sejumlah fenomena astronomi menarik kembali hadir di langit...
dok.mi

Epidemiolog: Setahun Berlalu Perang Lawan Covid-19 Belum Selesai

👤Suryani Wandari Putri Pertiwi 🕔Selasa 02 Maret 2021, 22:25 WIB
Epidemiolog Universitas Griffith Australia Dicky Budiman perang melawan covid-19 ini belum selesai, setidaknya masih perlu waktu sekitar 2...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya