Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Keuangan Sri Mulyani Indrawati menuliskan sebuah puisi khusus untuk almarhum ibunya Retno Sriningsih Satmoko di peringatan hari ibu.
"Ibuku melahirkan sepuluh anak dan membesarkan mereka penuh kasih sayang tak terhingga," tulis Sri Mulyani dalam sebuah puisi yang di postingnya di akun Instagram pribadinya, @smindrawati, Jakarta, Minggu, (22/12).
Dalam puisinya, wanita kelahiran Bandar Lampung tersebut juga menuliskan bahwa sang ibunya tak pernah berhenti belajar dan membaca, sambil mendidik anaknya serta murid-muridnya.
"Ibuku tak pernah berhenti belajar dan membaca, sambil mendidik anaknya dan muridnya," sebutnya.
Ia menilai, ibunya merupakaan perempuan pekerja keras serta selalu memiliki energi kebaikan. "Ibuku pekerja keras, perempuan tegar, selalu penuh energi kebaikan, keikhlasan dan totalitas," ungkapnya.
Tak hanya menjadi perempuan yang tangguh, di mata Sri Mulyani ibunya juga merupakan sosok yang selalu mengajarkan kekuatan doa adalah bekal utama dalam hidup."Ibuku mengajarkan kekuatan doa dan kebaikan adalah bekal utama dalam hidup. Terima kasih Ibu, engkau hadiah terindah dalam hidupku. Semoga Allah SWT memberikan tempat terindah di sisinya, Al-Fatihah," tutup Sri Mulyani.
Tak hanya memposting puisi, mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu juga mengunggah foto berwarna hitam putih saat mereka berdua. Dalam foto tersebut terlihat Sri Mulyani sambil tersenyum ke arah kamera memeluk erat ibunda tercinta yang tengah duduk.
"Selamat Hari Ibu untuk seluruh perempuan Indonesia," tulisnya.
Retno Sriningsih Satmoko merupakan Guru Besar Universitas Negeri Semarang yang wafat pada usia 77 tahun. Ia meninggalkan 10 orang anak. Semasa hidup, almarhumah memiliki motto hidup “lebih baik jadi orang baik daripada jadi orang jahat”. (OL-8)
SETIAP Desember, peringatan 'Hari Ibu' dipersoalkan karena dianggap meneguhkan ibuisme—perempuan direduksi pada peran domestik dan pengabdian tanpa kuasa.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan komitmen penguatan perlindungan dan pemberdayaan perempuan pada Peringatan Hari Ibu ke-97 Tahun 2025 di Surabaya.
Hari Ibu menjadi ruang refleksi atas peran perempuan yang kerap menjadi penopang utama keluarga sekaligus penggerak ekonomi di lingkup paling dasar, yaitu rumah tangga.
Kecenderungan ibu yang selalu menempatkan kebutuhan keluarga di atas kepentingan pribadi sering kali menjadi pedang bermata dua.
Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas dedikasinya dalam menyuarakan hak-hak perempuan dan kepemimpinan politik yang berdampak di masyarakat
Anggota DPR RI Komisi VII Novita Hardini menegaskan bahwa upaya penurunan emisi gas rumah kaca dapat dimulai dari langkah yang paling dekat dengan kehidupan masyarakat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved