Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
BANYAK cara memaknai Hari Ibu Nasional yang selalu diperingati setiap 22 Desember. Ada yang menunjukan kecintaan dan rasa terima kasih kepada ibu, orang tua yang sudah melahirkan dan merawat.
Bersamaan dengan peringatan Hari Ibu, ada juga memaknaiknya dengan meneladani semangat juang dari para pahlawan, khususnya pahlawan perempuan yang telah berjasa berjuang demi kemerdekaan yang kita rasakan kini.
Sekolah Darurat Kartini, sekolah gratis bagi warga miskin yang didirikan Ibu Guru Kembar memperingati Hari Ibu Nasional tahun ini dengan membuka Pameran Literasi Sejarah bertajuk 'Ibu Bangsa'.
Pameran Literasi Sejarah tesrebut diselenggarakan di ruang pameran Museum Kebangkitan Nasional, Jakarta, pada Minggu (22/12). Ada 14 nama pahlawan perempuan yang ditulis kembali oleh siswa dan guru di sekolah ini.
“Menulis kembali sejarah pahlawan perempuan di Indonesia untuk generasi tentunya, supaya generasi mengingat kembali para pahlawan yang telah ikut dalam perjalanan kemerdekaan Republik Indonesia,“ kata Sri Rosyati atau yang akrab disapa Rossy, penggagas pameran, sekaligus pendiri dan guru Sekolah Darurat Kartini.
Nama-nama pahlawan yang ditulis kembali ceritanya itu adalah Laksamana Malahayati, Nyi Ageng Serang, Cut Nyak Dien, Cut Nyak Mutia, Maria Josephine Catherine Maramis, Ruhana Kuddus, RA Kartini, Dewi Sartika, Siti Walidah Ahmad Dahlan, Maria Christina Tiahahu, HR Rasuna Said, Opu Daeng Risadju, Agung Hajjah Andi Dempu, dan Fatmawati.
“Kegiatan ini adalah literasi bagi generasi muda tentang sejarah. Pasalnya tidak sedikit, anak milenials yang tidak kenal nama dan cerita sejarah para pahlawan, jikapun tahu hanya satu dua yang pun yang popular saja,” ujar Adjat Wiratma, salah satu guru relawan yang ikut mendampingi para siswa dalam acara ini.
Melengkapi pameran, selain tulisan, sejarah hari ibu dan patung para pahlawan perempuan, terdapat juga tayangan Film dokumenter 'Dua Mawar Merah'.
Film dokumenter itu mengisahkan perjuangan Sri Rosyati dan Sri Irianingsih, sebagai sosok guru sekaligus ibu bagi murid-muridnya.
Pameran Literasi Sejarah yang bertajuk 'Ibu Bangsa' akan digelar selama satu bulan dari 22 Desember 2019 hingga 22 Januari 2020, masyarakat bisa datang sambil berlibur di Museum dan belajar kembali sejarah pahlawan perempuan. (OL-09)
SETIAP Desember, peringatan 'Hari Ibu' dipersoalkan karena dianggap meneguhkan ibuisme—perempuan direduksi pada peran domestik dan pengabdian tanpa kuasa.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan komitmen penguatan perlindungan dan pemberdayaan perempuan pada Peringatan Hari Ibu ke-97 Tahun 2025 di Surabaya.
Hari Ibu menjadi ruang refleksi atas peran perempuan yang kerap menjadi penopang utama keluarga sekaligus penggerak ekonomi di lingkup paling dasar, yaitu rumah tangga.
Kecenderungan ibu yang selalu menempatkan kebutuhan keluarga di atas kepentingan pribadi sering kali menjadi pedang bermata dua.
Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas dedikasinya dalam menyuarakan hak-hak perempuan dan kepemimpinan politik yang berdampak di masyarakat
Anggota DPR RI Komisi VII Novita Hardini menegaskan bahwa upaya penurunan emisi gas rumah kaca dapat dimulai dari langkah yang paling dekat dengan kehidupan masyarakat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved