Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
PREDIKSI Prediksi hujan untuk sepanjang tahun 2020 cendrung mempunyai pola yang sama dengan normal (klimatologisnya).
Awal musim hujan akhir 2019 telah diperkirakan akan mundur dari normalnya. Sebelumnya, BMKG juga menyebut beberapa wilayah di Indonesia masih akan dilanda cuaca panas sepekan ke depan. Sebab adanya gerakan semu matahari di wilayah selatan katulistiwa, yang mendapat curahan sinar matahari lebih banyak.
"Namun, periode musim hujan (November 2019–Maret 2020) masih sesuai dengan normalnya berdasarkan catatan klimatologi 1981-2010. Periode ini dapat lebih basah dibandingkan tahun 2019, khususnya Sumatra dan Kalimantan bagian utara," ungkap peneliti Iklim dan cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Siswanto dalam keterangan resminya, Rabu (23/10).
Puncak musim hujan diprediksikan pada Januari-Februari 2020. Demikian halnya awal musim kemarau diperkirakan mirip dengan normalnya, yaitu sekitar April-Mei 2020 dan berlangsung hingga Oktober.
Meski ada kemunduran musim hujan, Siswanto menegaskan peluang terjadinya bencana hidrometeorologis seperti siklon tropis, hujan ekstrem, puting beliung, angin kencang, gelombang ekstrem, dan kekeringan iklim tetap perlu diwaspadai.
Ia menambahkan memperhatikan pemutakhiran prediksi saat ini terkait prospek curah hujan yang cenderung normal sesuai klimatologisnya. Serta tidak adanya ancaman potensi anomali iklim global, multi pihak mitra kerja BMKG dan masyarakat umum secara luas hendaknya dapat memanfaatkan informasi iklim ini untuk perencanaan jangka pendek 2020.
baca juga: Batpil Bisa Jadi Gejala Asma pada Anak
"Pemenuhan dan penyimpanan cadangan air pada waduk-waduk, embung-embung, kolam retensi, sistim polder dapat dilakukan lebih dini pada saat puncak musim hujan hingga peralihan musim. Sehingga dapat dimanfaatkan secara optimal untuk keperluan mendesak penanganan kebakaran hutan dan lahan serta kebutuhan pertanian," tandasnya.(OL-3)
BMKG menyebut, kombinasi dinamika atmosfer tersebut meningkatkan potensi hujan sedang hingga lebat, bahkan hujan lebat hingga sangat lebat di beberapa wilayah Indonesia.
Memasuki siang hari, sebagian besar Jakarta mulai turun hujan kecuali Jakarta Barat yang akan berawan dan Kepulauan Seribu yang akan turun hujan disertai petir.
Untuk wilayah DKI Jakarta, hujan diproyeksikan masih akan terjadi selama satu pekan ke depan.
BMKG memprediksi kondisi cuaca cerah berawan akan terjadi di Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Utara, Kabupaten Kepulauan Seribu.
Memasuki siang hari, sebagian besar wilayah Jakarta akan berawan kecuali Jakarta Selatan dan Jakarta Timur akan turun hujan ringan.
BMKG kembali mengeluarkan peringatan bagi masyarakat Indonesia untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem dalam sepekan ke depan.
Cuaca ekstrem meningkatkan kadar TNF-alpha serta mengubah jumlah sel darah putih, membuat tubuh lebih rentan terhadap penyakit.
“Adanya perubahan lahan, bangunan-bangunan semakin banyak sehingga menyebabkan panas yang lebih ekstrem,”
BMKG menyebut suhu panas yang sempat melanda sebagian wilayah Indonesia mulai menurun dibandingkan pekan sebelumnya.
Pada Oktober, posisi matahari berada hampir tepat di atas Pulau Jawa dan Bali, sehingga kedua wilayah ini menerima intensitas radiasi matahari yang lebih tinggi.
BMKG memprakirakan potensi hujan sedang hingga lebat meningkat di sebagian wilayah Indonesia dalam sepekan ke depan, 21–27 Oktober 2025 meski cuaca panas masih terjadi
Sinar matahari yang panas dan terik juga akan merangsang syaraf dalam kepala, dan meningkatkan rasa sakit kepala pada penderitanya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved