Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
WARGA Indonesia secara konsisten menjadi penyumbang terbesar pada sektor wisata kesehatan di Malaysia. Pelayanan yang baik pihak rumah sakit kepada pasien merupakan penyebab warga dari berbagai negara, khususnya Indonesia, untuk berobat di Malaysia.
Seperti diungkapkan Director and Market Development Malaysia Healthcare Travel Council (MHTC) Farah Delah Suhaimi di Jakarta, kemarin. "Pasien paling banyak ialah Indonesia, kedua Tiongkok, lalu India, kemudian Brunei, tetapi perbedaannya sangat signifikan hampir 60% berasal dari Indonesia. Dari overall tahun lalu 1,5 juta pasien," kata Farah.
Ia menambahkan paling banyak warga Indonesia pergi berobat ke Malaysia untuk berobat masalah jantung dan kanker. "Ada juga yang datang hanya untuk berobat demam ke Penang," tuturnya. Farah tidak memungkiri servis yang baik jadi alasan pasien dari luar negeri berkunjung ke Malaysia. Bahkan sejak pasien turun pesawat sudah ada staf rumah sakit yang menunggunya untuk mengantarkan ke luar bandara. "Kami juga atur transportasi agar pasien dapat diantarkan ke rumah sakit yang dituju. Kami juga menyediakan penerjemah bahasa jika dibutuhkan," pungkasnya.
Dari hasil riset Patients Beyond Borders, Malaysia dan Singapura menjadi tujuan utama berobat bagi medical tourists dari Indonesia. Indonesia menjadi kontributor terbesar untuk berobat ke negara luar negeri senilai US$11,5 miliar dengan persentase 80% diberikan untuk Malaysia.
Dalam riset itu dijelaskan berbagai hal yang menyebabkan warga Indonesia gemar berobat ke luar negeri, yakni mulai mutu pelayanan yang lebih baik, kecanggihan teknologi, ketepatan diagnosis, hingga biaya yang lebih murah.
Sebelumnya, Ketua Bidang Advokasi Lembaga Legislatif PB IDI dr Mariya Mubarika menyebut ada empat masalah utama mengapa Indonesia belum menjadi medical tourism, yakni kualifikasi world class untuk dokter dan rumah sakit, pajak yang besar untuk bahan baku obat dan alkes, regulasi tidak kondusif, serta hitech dan riset kedokteran tertinggal. Hal itu perlu dilakukan pemerintah untuk dapat kembali menarik warga Indonesia lebih mengutamakan berobat di dalam negeri. (Rif/H-1)
Analisis mendalam dampak penaburan Kapur Tohor (CaO) dalam modifikasi cuaca. Pelajari efek eksotermik, risiko alkalinitas, dan manfaat mitigasi bencana.
Cuaca 2026 semakin tak menentu. Simak panduan medis menjaga imunitas tubuh, mencegah penyakit pancaroba, dan tips menghadapi gelombang panas (heatwave).
Cek kesehatan berkala sangat dianjurkan untuk masyarakat dengan tujuan mengetahui status kesehatan, mendeteksi dini gangguan kesehatan, dan meningkatkan pemahaman tentang kesehatan.
MEMASUKI tahun 2026, kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan preventif semakin meningkat, termasuk dengan mengonsumsi suplemen kesehatan.
Sejumlah jenis makanan tidak dianjurkan untuk dipanaskan berulang kali karena dapat merusak zat gizi dan bahkan memicu pembentukan senyawa berbahaya bagi kesehatan.
Pola gangguan kesehatan ini bahkan konsisten muncul pada hari ketiga Ramadan selama dua tahun terakhir.
Primaya Hospital Bekasi Timur berupaya menerapkan standar mutu dan keselamatan pasien sesuai Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit.
Irma menyoroti masih adanya keluhan masyarakat terkait keterbatasan dokter spesialis maupun subspesialis yang berdampak pada tidak optimalnya akses pelayanan kesehatan.
Keterlibatan sekolah dan orang tua jadi elemen penting dalam membangun pemahaman anak terhadap kesehatan dan lingkungan medis secara positif.
Jasa Raharja telah mengoptimalkan sistem monitoring dan respons cepat yang terintegrasi secara daring dengan lebih dari 2.770 rumah sakit di seluruh Indonesia.
Fokus kolaborasi ini adalah menggalakkan program pencegahan stunting bagi warga masyarakat di sekitar Pondok Gede, Kota Bekasi.
Integrasi fasilitas dan layanan ini dirancang untuk menghadirkan alur perawatan kanker yang lebih komprehensif dan efisien.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved