Senin 09 September 2019, 08:25 WIB

19 Konsesi Lahan Disegel Terkait Kasus Karhutla

Sri Utami | Humaniora
19 Konsesi Lahan Disegel Terkait Kasus Karhutla

MI/MOHAMAD IRFAN
Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar.

 

KEMENTERIAN Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) telah menyegel 19 konsesi lahan perkebunan di Provinsi Kalimantan Barat. Penyegelan dilakukan lantaran diduga ada unsur kesengajaan pembakaran hutan dan lahan di wilayah tersebut.

"Di Kalbar dilakukan law enforcement dan sudah 19 konsesi disegel, 3 di antaranya dari korporasi dan 1 perorangan telah dijadikan tersangka,'' ujar Menteri LHK Siti Nurbaya ketika dihubungi, kemarin.

Siti mengatakan 99% kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia memang disebabkan oleh kesengajaan perbuatan manusia. Tidak hanya di Kalbar, karhutla akibat pembakaran secara sengaja juga diduga terjadi di wilayah Kalimantan Tengah.

"Di Kalteng sedang didalami kebakaran dengan sebab-sebab yang mencurigakan, sedang ditelusuri indikasi pembakaran secara sengaja dengan mempelajari jaringan kerja 'kebakaran mencurigakan' tersebut," ujar Menteri Siti.

Dia juga mengaku bahwa pihaknya terus berupaya melakukan pemadaman karhutla di seluruh titik. Dari upaya itu, terjadi penurunan titik panas atau hotspot per 8 September, kemarin.

Hotspot berkurang hingga sepertiga dari kondisi hotspot per tanggal 4 dan 5 September lalu. Dipastikan, tidak ada lagi asap akibat karhutla yang melintas hingga ke negara tetangga.

Menurut Siti, pihaknya bersama masyarakat dan pelaku usaha bakal terus melakukan pemadaman karhutla di berbagai titik, yakni di Jambi, Riau, dan Sumatra Selatan.

Pemadaman terpadu ini, kata dia, bagian dari sistem pengendalian yang telah disusun pemerintah setelah karhutla pada 2015.

"Untuk pihak-pihak yang masih saja sengaja melakukan pembakaran, tidak akan kami biarkan. Bagi penjahat karhutla, kami akan terus kejar dan tindak tegas," tandas Siti.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, Humas BNPB Agus Wibowo juga menegaskan hingga saat ini asap akibat karhutla di Indonesia tidak mencapai Singapura dan Semenanjung Malaysia.

"Meski demikian, pantauan Badan Meteorologi, Kilmatologi, dan Geofisika (BMKG) serta ASEAN Specialized Meteorological Centre (ASMC) pada 7 September 2019 menunjukkan bahwa transboundary haze secara fluktuatif terdeteksi di wilayah perbatasan antara Kalimantan Barat dan wilayah Sarawak, Malaysia," ujarnya, kemarin.

Hingga kini, BNPB dan aparat terkait masih bekerja keras memadamkan karhutla yang masih terjadi di beberapa tempat di Indonesia. (Sru/X-10)

Baca Juga

Ist

Atasi Sampah Plastik di Tanah Air dengan Mesin Penukaran Botol Plastik

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 19 Januari 2022, 10:09 WIB
Inisiatif terbaru ini merupakan cara baru bagi konsumen untuk ikut ambil bagian dalam menyelamatkan bumi dari sampah...
ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah

Pangkas Jabatan di Kemensos, Risma Fokus Bantu Kelompok Rentan

👤Mohamad Farhan Zhuhri 🕔Rabu 19 Januari 2022, 10:08 WIB
Menteri Sosial Tri Rismaharini memastikan Kementerian Sosial akan lebih memberikan perhatian kepada masyarakat yang mengalami masalah...
Opensea

Jadikan Swafoto KTP-E Sebagai NFT Ternyata Berbahaya

👤Basuki Eka Purnama 🕔Rabu 19 Januari 2022, 10:00 WIB
"Fenomena swafoto dengan KTP menjadi NFT merupakan hal yang tidak lazim, karena kita tahu bahwa KTP itu kan secara etika tidak bisa...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya