Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
DEWAN Perwakilan Rakyat (DPR) meminta pemerintah, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), dan lembaga terkait untuk melakukan data cleansing sebelum menaikkan iuran jaminan kesehatan nasional (JKN).
Sebagai tindak lanjut dari permintaan tersebut, Kepala Humas BPJS Kesehatan M. Iqbal Anas Maruf menuturkan, saat ini pihaknya sedang dalam proses melakukan data cleansing bersama pemerintah.
Dia menjelaskan, proses tersebut memang tidak sederhana, sehingga dibutuhkan kerja sama yang baik antara BPJS dengan Kementerian dan lembaga terkait serta memakan waktu yang tidak sebentar. Namun, dia berharap proses cleansing data dapat diselesaikan dalam bulan ini (September 2019).
"Data cleansing ini porsi terbesar data PBI yang belum dilengkapi NIK yang valid, sehingga tentu BPJS Kesehatan perlu bersama-sama dengan Kemensos untuk melakukan pemutakhiran data NIK dimaksud, dengan parameter NIK Dukcapil Kemendagri," terang Iqbal kepada Media Indonesia, Kamis (5/9).
Baca juga: DPR: Perbaiki Data dan Manajemen Baru Bicara Kenaikan Iuran JKN
Iqbal menuturkan, kenaikan iuran JKN untuk peserta kelas I dan II rencananya akan direalisasikan pada Januari 2020 mendatang. Namun sebelum direalisasikan, keputusan tersebut perlu disahkan dalam Peraturan Presiden.
"Sesuai pernyataan Bu Sri Mulyani Menkeu, direncanakan Januari 2020, tapi kudu dituangkan dalam Perpres," ujarnya.
Iqbal mengatakan, untuk saat ini Perpres tersebut sedang dalam proses perumusan. Terkait kapan Perpres itu akan disahkan, Iqbal mengaku tidak tahu menahu.
"Mungkin bisa dikonfirmasi ke Menko PMK," imbuhnya.
Sedangkan terkait kabar yang menyebutkan bahwa BPJS akan mendapat bantuan dari perusahaan Tiongkok untuk mengatasi permasalahan defisit, Iqbal menuturkan kedua belah pihak hanya sekedar melakukan perkenalan.
"Itu masih perkenalan, belum bicara hal lain," tegasnya.(OL-4)
Cek kesehatan berkala sangat dianjurkan untuk masyarakat dengan tujuan mengetahui status kesehatan, mendeteksi dini gangguan kesehatan, dan meningkatkan pemahaman tentang kesehatan.
MEMASUKI tahun 2026, kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan preventif semakin meningkat, termasuk dengan mengonsumsi suplemen kesehatan.
Sejumlah jenis makanan tidak dianjurkan untuk dipanaskan berulang kali karena dapat merusak zat gizi dan bahkan memicu pembentukan senyawa berbahaya bagi kesehatan.
Pola gangguan kesehatan ini bahkan konsisten muncul pada hari ketiga Ramadan selama dua tahun terakhir.
Kepala BSKDN Kemendagri Yusharto Huntoyungo menegaskan capaian dan penghargaan inovasi daerah tidak boleh menjadi titik akhir dalam berinovasi.
Ancaman super flu, infeksi saluran pernapasan akibat virus influenza dengan gejala yang lebih berat dibanding flu biasa, kian menjadi perhatian.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved