Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTUR Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan Engko Sosialine Magdaline mengimbau agar seluruh puskesmas melakukan pelayanan kefarmasian dengan baik sehingga tidak terjadi pemberian obat kedaluwarsa seperti yang terjadi di Puskesmas Kamal Muara, Jakarta Utara, beberapa waktu lalu.
“Kami prihatin atas kejadian ini, semua orang tidak menginginkan kejadian ini apalagi ibu hamil dan petugas puskesmas,” katanya melalui siaran pers, di Jakarta, Minggu (1/9).
Menurutnya, pemberian obat kedaluwarsa tidak serta merta disebabkan oleh kelalaian atau kesengajaan petugas, tapi perlu evaluasi secara mendalam. Engko menambahkan Kementerian Kesehatan sudah menerbitkan Standar Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas berdasarkan Permenkes nomor 74 tahun 2016. Selain itu, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinkes DKI Jakarta karena Puskesmas Kamal Muara ada di wilayahnya.
"Semua standar operasional prosedur (SOP) sudah dimiliki setiap puskesmas. Namun perlu monitoring dan evaluas apakah SOP itu sudah benar-benar diterapkan karena ini persoalan kualitas dalam pelayanan," ucapnya.
Baca juga: Polres Jakut akan Gelar Operasi Gabungan Obat Kedaluwarsa
Dalam SOP kefarmasian, Engko mengatakan ada istilah first expired first out atau obat yang kedaluwarsanya lebih cepat harus lebih dahulu digunakan. Sementara yang sudah masuk dalam kedaluwarsa harus dipisahkan sehingga tidak terjadi kesalahan pelayanan kefarmasian.
“Kami terus koordinasi dengan teman-teman di Dinkes DKI Jakarta bahwa saat ini masih terus dilakukan evaluasi. Ini perlu langkah lebih lanjut dan ini adalah kewenangan dari Dinkes Provinsi DKI Jakarta,” tuturnya.
Dinkes DKI Jakarta, lanjut Engko, melakukan evalusi tidak hanya di Puskesmas Kamal Muara namun dilakukan di semua puskesmas di wilayah DKI Jakarta. Ia meminta agar Dinkes Provinsi DKI Jakarta melakukan monitoring dan evaluasi terhadap puskesmas untuk pelayan kesehatan termasuk pelayanan kefarmasian agar sesuai dengan kaidah-kaidah atau standar dalam Permenkes 74 tahun 2016.
"Itu dilakukan untuk mengantisipasi agar kasus ini tidak terulang kembali," imbuhnya.
Seperti telah diberitakan Media Indonesia, beberapa waktu lalu, seorang pasien diberikan vitamin dari instalasi farmasi Puskesmas di Kamal Muara, Jakarta Utara. Vitamin tersebut diketahui tanggal kedaluwarsanya sudah lewat.(OL-5)
Satu dari tiga pasien mampu mencapai penurunan berat badan lebih dari 20%, sebuah angka yang selama ini identik dengan hasil terapi suntikan mingguan.
Data kesehatan terbaru menunjukkan 1 dari 4 orang dewasa di Indonesia hidup dengan kondisi obesitas atau kelebihan lemak perut.
Akses masyarakat terhadap obat-obatan esensial dinilai terancam setelah perubahan regulasi paten terbaru.
Lucia menjelaskan ketika terjadi bencana banyak orang yang terkena luka bisa karena seng, paku, dan sebagainya maka diberikan serum anti tetanus, untuk mencegah infeksi.
Obat dapat berasal dari bahan kimia, tumbuhan, maupun hewan, dan biasanya digunakan dengan dosis tertentu agar aman dan efektif.
Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia (GPFI) mengadakan seminar “Peran Strategis GPFI dalam Menegaskan Prinsip 4K untuk Menunjang Kesehatan Nasional”
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved