Jumat 23 Agustus 2019, 23:15 WIB

Polres Jakut akan Gelar Operasi Gabungan Obat Kedaluwarsa

M Iqbal Al Machmudi | Megapolitan
Polres Jakut akan Gelar Operasi Gabungan Obat Kedaluwarsa

Dok. MI
Razia obat kedaluwarsa

 

POLRES Metro Jakarta Utara berencana berkoordinasi dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Dinas Kesehatan DKI Jakarta untuk menggelar operasi gabungan untuk memastikan tidak ada lagi obat kedaluwarsa yang beredar di Jakarta Utara.

"Saya sudah menandatangani surat ke BPOM dan Dinas Kesehatan yang intinya kami ingin mengajak dua instansi tersebut untuk melakukan operasi khususnya di puskesmas yang ada di wilayah Jakarta Utara," kata Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Budhi Herdi Susianto di Jakarta, Jumat (23/8).

Budhi juga menyuarakan harapan agar kasus serupa tidak terulang di wilayah lain dan tidak ada korban-korban lainnya.

Terkait persiapan untuk operasi tersebut, Polres Metro Jakarta Utara telah menurunkan tim intelijen untuk melihat wilayah mana yang akan diprioritaskan, namun secara umum seluruh daerah Jakarta Utara akan diperiksa.

Budhi juga mengatakan pihaknya tidak mengeluarkan rekomendasi untuk penghentian kegiatan operasional Puskemas Kelurahan Kamal Muara, Penjaringan, Jakarta Utara.

"TIdak (ada penghentian operasional). Kesalahan ini kan oknum. Ya kita jangan melihat institusi. Jangan kita menangkap tikus kemudian membakar rumahnya. Kita tangkap tikusnya yang bersalah. Jadi oknum yang salah," ujarnya.


Baca juga: Soal Nasib PKL di Jakarta, Satpol PP Masih Mau Pastikan Dulu


Seperti diberitakan sebelumnya, seorang ibu hamil bernama Novi Sri Wahyuni, 21, mendapat obat kedaluwarsa dari Puskesmas Kamal Muara saat memeriksakan kandungannya pada Selasa (13/8/2019) lalu.

Kala itu ia mendapat tiga strip obat berjenis vitamin B6 dan beberapa obat lain dari pihak puskesmas. Saat mengonsumsi obat tersebut, ia mengaku merasa pusing, mual, perut melilit, serta muntah-muntah.

Setelah dua kali mengkonsumsi obat itu, ia kemudian penasaran akan sebuah coretan berwarna biru yang ada pada obat tersebut.

Ia pun mencermati garis biru tersebut yang ternyata bertuliskan tanggal kedaluwarsa obat.

Ternyata, obat itu sudah tidak layak konsumsi atau kedaluwarsa sejak April 2019 lalu. Novi pun mengonfirmasikan hal tersebut ke pihak puskesmas.

Pihak Puskesmas Kamal Muara mengakui telah memberikan obat kedaluwarsa yang tidak seharusnya diberikan kepada pasien.

Selain Novi, ibu hamil lainnya yang bernama Winda Dwi Lestari, 23, juga mengaku telah mendapatkan obat kedaluwarsa dari pihak Puskesmas Kelurahan Kamal Muara di Jakarta Utara,

Winda kini dijadikan sebagai saksi oleh pihak kepolisian atas laporan sebelumnya untuk kasus yang sama dari Novi. (Ant/OL-1)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More