Kamis 29 Agustus 2019, 08:50 WIB

Wapres Ajak Inovator dan Investor Bersinergi

Syarief Oebaidillah | Humaniora
Wapres Ajak Inovator dan Investor Bersinergi

ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana
Wapres Jusuf Kalla berbincang dengan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir (kanan).

 

WAKIL Presiden Jusuf Kalla menegaskan bahwa dibutuhkan kerja sama kalangan akademisi dengan pengusaha agar inovasi yang dihasilkan dapat dikomersialkan.

"Kalau inovasi itu tidak bisa dikomersialkan, dipasarkan, itu hanya untuk memenuhi lemari-lemari buku tempat kita menulis. Jadi, yang penting kita butuh kerja sama antara akademisi, universitas, dan para pengusaha," kata Wapres Kalla dalam sambutan pada puncak peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) Ke-24 di Denpasar, Bali, kemarin.

Kalla mengatakan, di tengah persaingan yang begitu ketat, yang paling dibutuhkan ialah adanya inovasi teknologi dan kerja sama berbagai komponen untuk bisa mengomersialkan hasil-hasil riset.   

Oleh karena itu, dalam peringatan Hakteknas Ke-24 ini, dia mengharapkan kalangan pengusaha turut bertanggung jawab memanfaatkan hasil-hasil riset.

"Pengalaman saya di mana-mana, dalam memajukan industri dan teknologi hanya bisa dengan keseriusan, fokus, dan kadang-kadang marah dan keras," ujarnya.       

Dia pun mengajak para ilmuwan tidak hanya bekerja karena senang bekerja, tetapi harus senang untuk mencapai penemuan yang lebih baik daripada hasil-hasil sebelumnya.

Kalla juga meminta kalangan kampus menciptakan iklim pendidikan futuristik sehingga mahasiswanya berpikir ke depan.

"Apabila universitas selalu melihat ke belakang, dia museum. Tidak beda dengan museum yang melihat ke belakang. Universitas harus melihat ke depan," ucapnya.

Wapres juga mengatakan banyak kesempatan untuk berinovasi, termasuk dari sisi pelayanan. Dia mencontohkan dalam pemesanan kamar hotel. Dengan adanya inovasi pelayanan, sekarang tidak perlu datang langsung, tetapi bisa memanfaatkan layanan sistem daring (online).

"Sekarang kita masih mengimpor beras, artinya inovasi di bidang pangan masih kita butuhkan. Kita impor daging, berarti inovasi di bidang peternakan juga kita butuhkan," tukas Wapres Kalla.

Menristek-Dikti Mohammad Nasir mengatakan Hakteknas 2019 jadi momentum untuk memacu motivasi seluruh elemen masyarakat agar lebih kreatif dalam berinovasi.

"Hakteknas Ke-24 ini mempunyai arti tersendiri untuk terus kreatif, menguasai serta mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi, juga inovasi sebagai penggerak pembangunan nasional," ujar Menteri Nasir. (Bay/OL/X-10)

Baca Juga

Antara

Waspada Omikron, Satgas Ingatkan Kelompok Rentan Kurangi Interaksi

👤Ant 🕔Kamis 20 Januari 2022, 23:35 WIB
Menurut Kemenkes, hingga Kamis pagi total ada 882 kasus infeksi varian omikron di...
Dok. Okwifood

Kolaborasi dengan BRIN, Okwi Food SIap Bawa Cita Rasa Kuliner Indonesia Mendunia 

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 20 Januari 2022, 23:33 WIB
Okwi Food yang dibesut oleh anak-anak muda Lampung, optimistis mampu mengambil peran sebagai pihak pengembang kuliner usaha mikro kecil...
Antara/Mohammad Hamzah

Anggaran Berkurang, Menko PMK Tegaskan Tetap Maksimal Tangani Masalah Stunting 

👤Mohamad Farhan Zhuhri 🕔Kamis 20 Januari 2022, 22:53 WIB
“Presiden telah mendelegasikan wewenang sepenuhnya kepada BKKBN, jadi saat ini lebih pada peningkatan performa, bujet akan kita...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya