Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM rangka menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-74, siswa SDIT Islamicity Kelas V asal Cipondoh Kota Tangerang, Banten, Fayyadh Qaishar Syafiq, 11, siap menjelajah alam dengan mendaki sejumlah gunung di dalam dan di luar negeri.
Fayyadh akan melakukan pendakian Gunung Merbabu di Boyolali, Jawa Tengah, melalui jalur Selo.
Sebelumnya, bocah yang pernah mengenyam pendidikan Akademi Football di Firman Utina (FU-15) ini, pernah melakukan pendakian di sejumlah lokasi. Di antaranya Gunung Karang di Provinsi Banten, Gunung Gede, Gunung Cikurai, Puncak Kencana, Puncak dan Lalana yang terletak di Bogor, Jawa Barat.
Aksi mendaki yang dilakukan bersama sang ayah itu juga pernah dilakukan di Gunung Sumbing, yang terletak di Wonosobo, Jawa Tengah. Serta Pegunungan Ulludag yang terletak di Provinsi Bursa, Turki.
Menurut Fayyadh, yang pernah memenangi lomba azan dan taekwondo antarsekolah itu, mengatakan, mendaki gunung hal yang menyenangkan sekaligus bisa menikmati keindahan ciptaan Allah SWT.
"Saya pernah mendaki ke Gunung Gede, Jawa Barat, dengan perjalanan hingga 14 jam disertai hujan deras dan jalan yang amat licin," ungkap Fayyadd mengutarakan pengalamannya melalui keterangannya, Senin (12/8).
Namun begitu, bagi dia, pengalaman tersebut justru mengasyikan dan menjadi tantangan.
Pengalaman berkesan lainnya manakala mendaki Puncak Kencana, di Bogor Jawa Barat. Pendakian itu dilakukan pada dini hari jam 01.00 WIB. Selain jalan yang gelap gulita menuju puncak, juga banyak menjumpai binatang seperti anjing hutan dan monyet.
Baca juga: KLHK Luncurkan Strategi Konservasi Orang Utan Terbaru
Ia berharap anak-anak Indonesia tidak hanya sering jalan-jalan di mal, tetapi dapat menikmati pemandangan alam yang sangat indah yang di miliki Indonesia.
Rencananya, ekspedisi menyambut HUT ke-74 RI akan dilakukan pada 15-17 Agustus 2019.
Sementara itu, Jaka Lelana, orangtua Fayyadh, mengutarakan jelajah alam selain menikmati pemandangan alam juga menjadi refleksi renungan tentang kebesaran ciptaan Allah SWT. Dia berharap agar anak-anak lebih banyak bersyukur dengan karunia alam Indonesia ini.
"Menikmati pemandangan alam dan membawa bekal secukupnya. Kemudian makan bersama di puncak gunung. Itu menjadi keindahan dan kebahagiaan tersendiri bagi anak dan orang tua," ujarnya sembari memohon doa agar perjalanan Ekspedisi HUT ke-74 RI, yang akan dimulai dari Cipondoh, Kota Tangerang, menuju Boyolali, Jawa tengah, berjalan lancar dan tidak ada halangan berarti.
"Impian Fayyadh bisa mendaki Gunung Kilimanjaro di Tanzania Afrika. Semoga gunung-gunung yang pernah didaki bisa mengantarkannya dan sebagai modal untuk latihan agar menjadi anak yang kuat dan tanggung," ujar Jaka.
Fayyadh Qaishar Syafiq ialah siswa kelas V SDIT Islamicity Buaran, Kota Tangerang. Selain gemar mendaki gunung, ia juga hobi bermain bola dan naik motokros kecil yang dimilikinya. (RO/OL-1)
Psikolog Sani B. Hermawan menyarankan anak di bawah 16 tahun berkolaborasi di akun orangtua guna mematuhi PP Tunas dan menjaga keamanan digital.
Psikolog UI Prof. Rose Mini dan Alva Paramitha menyarankan orangtua kreatif berikan alternatif kegiatan nyata untuk kurangi ketergantungan gawai anak.
Penggunaan gawai justru memutus kebutuhan stimulasi tersebut karena sifatnya yang searah. Anak cenderung hanya menjadi peniru pasif tanpa memahami makna di balik kata-kata yang didengar.
Jika orangtua melarang anak bermain ponsel namun mereka sendiri sibuk dengan perangkatnya, hal itu akan mengirimkan pesan yang bertentangan bagi anak.
Anak-anak adalah peniru ulung yang belajar dari apa yang mereka lihat sehari-hari.
Perlindungan ruang digital memerlukan langkah komprehensif yang mencakup edukasi publik dan penguatan kapasitas pengguna dalam memahami risiko siber.
Sejumlah pelajar SD Kanisius Kenalan mengikuti prosesi jalan salib di kawasan Pegunungan Menoreh, Desa Kenalan, Borobudur, Magelang.
Belajar bukan sekadar menyimpan informasi di otak, melainkan bagaimana pengetahuan tersebut bisa diterapkan dalam berbagai situasi.
Ditjen Polpum Kemendagri menggandeng sekolah di Kota Cirebon untuk memperkuat ekosistem pendidikan dan mencegah ekstremisme berbasis kekerasan di kalangan pelajar.
Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka (Uhamka) menggelar kegiatan Ramadan Youth Camp 2026 di Aula Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.
Melalui aplikasi tersebut, pengguna dapat memantau peta sebaran kualitas tanah, mendapatkan rekomendasi perbaikan lahan, serta meninjau perubahan kesehatan tanah secara berkala.
AYIMUN Kelapa Gading Chapter mencatat antusiasme tinggi dari pelajar berbagai daerah. Dari 231 siswa yang mendaftar, sebanyak 158 siswa terpilih sebagai official delegates.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved