Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
BANYAK pasangan yang belum memahami peran, tugas, dan kewajibannya sebagai orangtua. Padahal, salah asuh bisa membuat anak terhambat tumbuh kembangnya secara fisik maupun psikis.
Untuk itu, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) meminta seluruh keluarga di Indonesia untuk memperkuat pengasuhan anak karena itu akan jadi fondasi pembentuk karakter anak sebagai investasi terbaik bangsa ini.
"Keluarga sangat berperan dalam perkembangan anak karena anak menghabiskan sebagian besar waktunya di dalam keluarga, dan pengaruh emosional terbesar juga berasal dari keluarga," terang Kepala BKKBN Hasto Wardoyo seusai meluncurkan Gerakan Pengasuhan Anak dalam rangka peringatan Hari Anak Nasional di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, kemarin.
Hasto menegaskan, pendidikan karakter penting diberikan kepada anak sejak dini sehingga ketika telah dewasa dan berada di masyarakat dapat berperilaku sesuai dengan norma-norma dalam masyarakat.
Pasalnya, perkembangan anak ditentukan dari cara berperilaku orangtua atau orang dewasa yang bersinggungan dengan anak sehari-harinya.
Hasto menjelaskan, ada tiga kebutuhan dasar yang perlu dipenuhi dalam mendidik karakter anak, yaitu asih, asah, dan asuh. Hasto menjabarkan, asih merupakan kasih sayang dari orangtua sebagai faktor penting dalam tumbuh kembang anak dan pengembangan karakternya.
Tidak terpenuhinya kebutuhan asih ini bisa membuat anak tidak percaya diri dan menyebabkan gangguan mental-emosional anak.
Sementara itu, asuh atau pengasuhan meliputi pemberian nutrisi yang cukup, tempat bermain yang memadai, perawatan saat sakit, dan lingkungan yang sehat serta baik.
"Lalu, untuk menjadikan anak kreatif, aspek kebutuhan dasar asah berperan penting. Aspek itu meliputi pendidikan nonformal dan formal, termasuk stimulasi dan olahraga," bebernya.
Modul reproduksi
Hasto menekankan hal paling krusial dalam pengasuhan anak balita ialah mengenai tumbuh kembang, sedangkan pengasuhan pada remaja yang perlu diperhatikan pada saat masa pubertas.
"Banyak anak-anak yang tersesat kawin usia dini, hamil di luar nikah, hamil yang tidak dikehendaki, dan seterusnya," ujar Hasto.
Karena itu, BKKBN akan menggencarkan edukasi pendidikan kesehatan reproduksi bagi remaja di sekolah-sekolah dengan membuat modul khusus. Modul tersebu, dibuat bersama dengan pemerintah, tokoh agama, dan para pakar kesehatan supaya materinya dapat diterima dan mudah disosialisasikan pada semua kalangan remaja.
"Saya ingin bikin jargon baru untuk anak milenial, program BKKBN tentang kesehatan reproduksi agar mereka mengerti bahaya kawin di bawah umur 17 tahun."
Psikolog dari Universitas Indonesia Rose Mini Agus Salim menambahkan, tantangan pengasuhan yang dihadapi orangtua saat ini ialah perubahan zaman di saat teknologi berkembang begitu pesatnya.
Namun begitu, tegasnya, ada pendekatan yang tidak bisa digantikan teknologi, yakni modeling. "Modeling atau pola pengasuhan secara langsung dengan membentuk karakter pada anak yang diturunkan melalui pola pengasuhan tetap harus dipertahankan meski era telah berubah," tukasnya. (H-2)
Pada 2026 cakupan intervensi diharapkan semakin luas sehingga target penurunan stunting hingga 5 persen pada 2045 dapat tercapai.
PEMERINTAH menegaskan pentingnya peran pemerintah daerah dalam memanfaatkan bonus demografi agar menjadi kekuatan pembangunan, bukan justru berubah menjadi persoalan sosial dan ekonomi
Analis Kebijakan BNPT Haris Fatwa Dinal Maula, mengungkapkan bahwa ancaman terorisme dan radikalisme masih nyata di Indonesia sepanjang tahun 2025.
Meski jangkauan tim sudah cukup luas, Safrina mencatat masih ada beberapa wilayah yang belum tertangani sepenuhnya karena kendala akses.
Wakil Kepala BKKBN Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka menegaskan urgensi pencegahan stunting sejak masa krusial 1.000 hari pertama kehidupan, khususnya ketika bayi masih berada dalam kandungan. MBG 3B
PT Hengjaya Mineralindo resmi berkolaborasi dengan Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Tenggara dalam mengimplementasikan program Taman Asuh Sayang Anak
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved