Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
PARA jemaah haji diminta mengonsumsi cairan elekrolit yang ada dalam bubuk oralit selama menjalankan ibadah haji di Tanah Suci. Cuaca ekstrem yang terjadi di Arab Saudi akan sangat memengaruhi kondisi tubuh para jemaah, salah satunya cepat kehilangan cairan tubuh atau dehidrasi.
Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan Eka Jusup Singka mengatakan pihaknya menerapkan beberapa langkah antisipasi dalam menghadapi cuaca panas ekstrem.
"Langkah mengantisipasi cuaca panas antara lain hindari terik matahari langsung, gunakan payung, semprotan air dan semprotkan ke wajah dan kulit, lalu minum sesering mungkin dan yang tidak kalah penting setiap malam minum oralit satu gelas," jelasnya.
Lima langkah antisipasi tersebut merupakan kebijakan dari Kemenkes termasuk memperkuat promosi kesehatan melalui media sosial dan memberdayakan tim penyuluhan di setiap kloter.
"Di setiap kloter disiapkan satu dokter yang siap setiap saat untuk melayani setiap jemaah sehingga cepat ditangani," imbuhnya.
Baca juga: Jemaah Gelombang Dua Tinggalkan Tanah Suci
Selain antisipasti cuaca, sambung Eka, setiap tahun Kemenkes berbagai obat-obatan. Tahun ini Kemenkes menyiapkan 70 ton obat-obatan berbagi jenis dan cairan yang dikirimkan ke Arab Saudi.
"Kami mengirimkan berbagai obat-obatan termasuk oralit juga disediakan. Tetapi diharapkan jemaah juga membawa sendiri," ucapnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji (Himpuh) Muharom Ahmad meminta para jemaah untuk tidak hanya sesering mungkin minum tapi juga mengonsumsi madu dan kurma. Madu dan kurma, menurutnya, dapat membantu daya tahan tubuh jemaah termasuk yang berusia lanjut serta memiliki penyakit khusus.
"Kami meminta jemaah untuk sesering mungkin minum air zamzam dan juga makan kurma serta madu. Karena itu baik untuk menjaga daya tahan tubuh jadi insyalAlah menjaga kondisi tubuh tetap fit meski pun berada pada cuaca ekstrem," tandasnya.(OL-5)
Pemerintah mempercepat pelaksanaan imunisasi campak-rubella (MR) di berbagai daerah menjelang periode mudik dan libur Lebaran.
Antisipasi lonjakan kasus, Kemenkes siapkan layanan vaksin campak (vaksin MR) di posko mudik Lebaran 2026, terutama di bandara dan pelabuhan. Cek detailnya!
KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan campak menjelang periode mudik dan libur Lebaran.
Plt Dirjen Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan, Andi Saguni, mengimbau kepada masyarakat untuk tidak sembarangan menyentuh balita untuk mencegah terjadinya penularan campak.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyayangkan influencer Ruce Nuenda yang keluyuran atau beraktivitas di ruang publik saat sakit campak.
PREVALENSI obesitas nasional pada penduduk berusia sekitar 18 tahun di Indonesia mengalami peningkatan. Angka ini naik dari 21,8% pada tahun 2018 menjadi 23,4% pada tahun 2023.
Studi terhadap 5 juta kelahiran di Afrika dan India mengungkap tren mengejutkan, paparan panas saat hamil menurunkan jumlah bayi laki-laki yang lahir.
Cuaca panas bikin tubuh lemas? Simak 9 asupan wajib untuk menjaga daya tahan tubuh agar tidak drop, mulai dari buah sitrun hingga yogurt. Cek selengkapnya!
Cuaca ekstrem meningkatkan kadar TNF-alpha serta mengubah jumlah sel darah putih, membuat tubuh lebih rentan terhadap penyakit.
“Adanya perubahan lahan, bangunan-bangunan semakin banyak sehingga menyebabkan panas yang lebih ekstrem,”
BMKG menyebut suhu panas yang sempat melanda sebagian wilayah Indonesia mulai menurun dibandingkan pekan sebelumnya.
Pada Oktober, posisi matahari berada hampir tepat di atas Pulau Jawa dan Bali, sehingga kedua wilayah ini menerima intensitas radiasi matahari yang lebih tinggi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved