Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
PARA jemaah haji diminta mengonsumsi cairan elekrolit yang ada dalam bubuk oralit selama menjalankan ibadah haji di Tanah Suci. Cuaca ekstrem yang terjadi di Arab Saudi akan sangat memengaruhi kondisi tubuh para jemaah, salah satunya cepat kehilangan cairan tubuh atau dehidrasi.
Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan Eka Jusup Singka mengatakan pihaknya menerapkan beberapa langkah antisipasi dalam menghadapi cuaca panas ekstrem.
"Langkah mengantisipasi cuaca panas antara lain hindari terik matahari langsung, gunakan payung, semprotan air dan semprotkan ke wajah dan kulit, lalu minum sesering mungkin dan yang tidak kalah penting setiap malam minum oralit satu gelas," jelasnya.
Lima langkah antisipasi tersebut merupakan kebijakan dari Kemenkes termasuk memperkuat promosi kesehatan melalui media sosial dan memberdayakan tim penyuluhan di setiap kloter.
"Di setiap kloter disiapkan satu dokter yang siap setiap saat untuk melayani setiap jemaah sehingga cepat ditangani," imbuhnya.
Baca juga: Jemaah Gelombang Dua Tinggalkan Tanah Suci
Selain antisipasti cuaca, sambung Eka, setiap tahun Kemenkes berbagai obat-obatan. Tahun ini Kemenkes menyiapkan 70 ton obat-obatan berbagi jenis dan cairan yang dikirimkan ke Arab Saudi.
"Kami mengirimkan berbagai obat-obatan termasuk oralit juga disediakan. Tetapi diharapkan jemaah juga membawa sendiri," ucapnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji (Himpuh) Muharom Ahmad meminta para jemaah untuk tidak hanya sesering mungkin minum tapi juga mengonsumsi madu dan kurma. Madu dan kurma, menurutnya, dapat membantu daya tahan tubuh jemaah termasuk yang berusia lanjut serta memiliki penyakit khusus.
"Kami meminta jemaah untuk sesering mungkin minum air zamzam dan juga makan kurma serta madu. Karena itu baik untuk menjaga daya tahan tubuh jadi insyalAlah menjaga kondisi tubuh tetap fit meski pun berada pada cuaca ekstrem," tandasnya.(OL-5)
Case fatality rate (CFR) atau jumlah angka kematian karena demam berdarah dengue (DBD) menurun signifikan dari 2021 di kisaran 0,9%, menjadi 0,4% pada 2025.
Istilah super flu saat ini sedang ramai diperbincangkan seiring meningkatnya kasus influenza.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan, teknologi genomik memungkinkan pemeriksaan kesehatan menjadi lebih personal.
Spesialis dermatologi dr. Riva Ambardina Pradita menekankan pentingnya hidrasi dan penggunaan pelembap untuk menjaga kelembapan kulit selama puasa Ramadan.
Kemenkes menegaskan rumah sakit tidak boleh menolak pasien peserta PBI dengan status JKN nonaktif sementara hingga tiga bulan.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan penyelesaian masalah BPJS dapat dilakukan tanpa menunggu Perpres.
Cuaca ekstrem meningkatkan kadar TNF-alpha serta mengubah jumlah sel darah putih, membuat tubuh lebih rentan terhadap penyakit.
“Adanya perubahan lahan, bangunan-bangunan semakin banyak sehingga menyebabkan panas yang lebih ekstrem,”
BMKG menyebut suhu panas yang sempat melanda sebagian wilayah Indonesia mulai menurun dibandingkan pekan sebelumnya.
Pada Oktober, posisi matahari berada hampir tepat di atas Pulau Jawa dan Bali, sehingga kedua wilayah ini menerima intensitas radiasi matahari yang lebih tinggi.
BMKG memprakirakan potensi hujan sedang hingga lebat meningkat di sebagian wilayah Indonesia dalam sepekan ke depan, 21–27 Oktober 2025 meski cuaca panas masih terjadi
Sinar matahari yang panas dan terik juga akan merangsang syaraf dalam kepala, dan meningkatkan rasa sakit kepala pada penderitanya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved