Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Pemda Diharapkan Lebih Serius Garap Pariwisata

Dhika Kusuma Winata
29/6/2019 18:38
Pemda Diharapkan Lebih Serius Garap Pariwisata
Jumpa Pers penutupoan Destinasi Indonesia Expo and Conference,(MI/Dhika Kusuma Winata)

PEMERINTAH daerah diajak untuk lebih serius dan bekerja keras menggali potensi dan mengelola pariwisata. Hal itu agar daerah bisa meningkatkan PAD (Pendapatan Asli Daerah), menyumbang devisa negara, dan melakukan pemerataan ekonomi.

"Kami harapkan ke depan pemda lebih serius menangani pariwisata. Presiden Jokowi juga sudah menetapkan pariwisata sebagai leading sector karena pariwisata ialah aset yang sustainable selama dikelola dengan baik. Tidak seperti sumber daya lain seperti mineral yang bisa habis sewaktu-waktu," kata Chairperson Trisakti Tourism Award, Wiryanti Sukamdani, saat penutupan Destinasi Indonesia Expo and Conference, di Jakarta Convention Center (JCC), Sabtu (29/6).

Sektor pariwisata saat ini merupakan salah satu unggulan pemerintah dengan menyumbang devisa negara terbesar setelah gas bumi, batu bara, dan kelapa sawit yakni sebesar Rp224 triliun atau memberi kontribusi 5,25% PDB nasional.

Menurut Wiryanti, potensi destinasi di Tanah Air amat melimpah namun belum bisa dimaksimalkan. Karena itu, pemda perlu menggali potensi lokal sehingga minimal setiap kabupaten/kota memiliki satu tujuan wisata.

Baca juga : Inovasi Kunci Majukan Pariwisata

Budaya lokal, ekonomi kreatif, dan kuliner setempat juga perlu digali sebagai pendukungnya atau bahkan menjadi atraksi utama.

"Pemerintah pun saat ini sudah menggenjot pembangunan infrastruktur yang bisa menghubungkan ke destinasi wisata. Infrastruktur bisa menjembatani kita untuk melihat destinasi-destinasi wisata yang belum tereksplorasi," imbuh Wiryanti.

Ia berpendapat pariwisata bisa membawa kesejahteraan yang relevan dengan konsep Trisakti yang dicetuskan Bung Karno yakni berdaulat secara politik, mandiri secara ekonomi, dan berbudaya.

"Kemandirian ekonomi dalam pariwisata bisa diraih. Kebudayaan juga harus lestarikan lalu dimanfaatkan sebagai aset wisata," jelasnya.

Pakar pariwisata yang juga Chairman Indonesia Halal Lifestyle Center, Sapta Nirwandar, menilai belum semua pemda optimal menggali dan mempromosikan destinasi wisata.

Ia berharap setiap kabupaten/kota bisa memunculkan minimal satu destinasi unggulan yang bisa ditawarkan baik itu untuk wisatawan lokal, wisatawan nusantara, maupun wisatawan asing.

"Jika setiap pemerintah kabupaten/kota mampu menggali potensi wisata, itu artinya minimal ada 514 destinasi. Kalau setiap destinasi bisa mendatangkan 500 ribu pengunjung dalam satu tahun, pendapatan dan penyerapan tenaga kerja akan luar biasa banyak," ucapnya. (OL-7)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ghani Nurcahyadi
Berita Lainnya