Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Inovasi Kunci Majukan Pariwisata

Mediaindonesia
28/6/2019 07:20
Inovasi Kunci Majukan Pariwisata
ilustrasi wisata alam(antara)

SEKTOR pariwisata merupakan salah satu unggulan pemerintah dengan menyumbang devisa negara terbesar setelah gas bumi, batu bara, dan kelapa sawit. Yakni sebesar Rp224 triliun atau memberi kontribusi 5,25% PDB nasional.

Untuk memajukan sektor pariwisata, pemerintah daerah diminta berinovasi.

"Kita memiliki pantai, laut, gunung berjumlah 717.110 ribu. Lalu ada 300 suku, 742 bahasa, dan enam situs warisan dunia. Ini menjadi potensi besar. Bila dikemas baik, destinasi wisata di daerah bisa menarik kunjungan wisatawan berulang-ulang," kata Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo saat membuka Trisakti Tourism Award Destinasi Indonesia Expo and Conference di Jakarta, kemarin.

Ia pun menekankan pen-tingnya inovasi. Tanpa inovasi, lanjutnya, potensi wisata suatu daerah bakal mati.

"Tingkat keramahtamahan masyarakat termasuk unsur penting, juga ketersediaan infrastruktur," imbuhnya.

Mendagri mengungkapkan, selain minim inovasi, permasalahan lain yang masih dihadapi dan harus segera diselesaikan, yakni masih terjadi tumpang-tindih dalam pengelolaan objek wisata. Satu objek wisata bahkan dikelola lebih dari tiga institusi.

Menurutnya, hal tersebut selain memboroskan anggaran, juga mengakibatkan pengelolaan destinasi wisata tidak maksimal. Kondisi itu diperburuk minimnya inovasi.

Ia menunjuk Candi Borobudur yang dikelola Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Pemerintah Kabupaten Magelang, badan otorita yang mengurusi kepurbakalaan, dan badan otorita yang mengurus karya sejarahnya.

"Untuk menatanya memang ribet. Tapi kalau dibiarkan, lama-kelamaan semakin tidak bisa berkembang dan anggar-an habis di sana saja. Bagaimana bisa maju," cetusnya.

Ia menambahkan, potensi besar sumber daya alam (SDA) dan budaya akan rapuh jika tidak dijaga dengan baik. Budaya dan SDA seharusnya menyatu pada kerangka hukum pemerintahan.

Selain itu, destinasi wisata baru hendaknya didukung aksesibilitas dan fasilitas memadai serta peningkatan pariwisata melalui pengembangan budaya dan keanekaragaman. (Sru/H-1



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Triwinarno
Berita Lainnya