Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dengan sistem zonasi dinilai Wakil Presiden Jusuf Kalla sebagai upaya pemerintah melakukan pemerataan pendidikan mengatasi ketimpangan terhadap siswa yang tidak memiliki nilai pelajaran tinggi.
"Zonasi itu bermakna mengefisiensikan orang, tetapi masyarakat kadang kadang ingin anaknya sekolah favorit. Jadi jaraknya mungkin akan jauh, (PPDB zonasi) supaya ada pemerataan, maka jangan hanya terkonsentrasi (pada) anak-anak yang punya nilai tinggi," ujarnya di Jakarta, Selasa (25/6).
Baca juga: Karena Kisruh, PPDB Direvisi
Menurutnya sekolah favorit masih menjadi pilihan masyarakat karena kualitas pendidikan yang baik dan fasilitas yang memadai. Selain itu pemerintah daerah harus mengambil peran penting dalam keberlangsungan pendidikan yang baik di daerahnya, dengan melengkapi fasilitas sekolah, komputer, laboratorium serta guru-guru yang terlatih.
"Kadang-kadang perlu juga sekolah favorit selama sistemnya bagus, mutu gurunya lebih bagus. DI daerah semua daerah mampu karena itu daerah harus mempunyai inisiatif juga," tandasnya.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menanggapi polemik sistem zonasi dalam PPDB tahun 2019. Jokowi meminta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengevaluasi kebijakan tersebut.
"Sudah saya perintahkan kepada Menteri untuk dievaluasi," kata Jokowi saat ditemui wartawan di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Jumat (21/6).
Jokowi mengatakan evaluasi perlu dilakukan. Sebab, dia menilai antara kebijakan dan kondisi di lapangan bisa berbeda.
"Karena antara kebijakan dan lapangan bisa berbeda. Dan setiap daerah memiliki karakter yang berbeda beda. Sudah saya perintahkan dievaluasi," ujarnya. (OL-8)
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak memangkas anggaran pendidikan sebagaimana narasi yang beredar di publik.
Teddy menjelaskan bahwa program MBG justru dirancang untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) sejak dini, mulai dari jenjang PAUD hingga SMA.
Kepala BPIP Yudian Wahyudi menegaskan bahwa pendidikan Pancasila harus menjadi arus utama dalam pembentukan karakter generasi muda
Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Azis Subekti, meminta publik untuk bersikap jernih dan jujur dalam membaca struktur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
EMPAT alumni telah mengembalikan dana sebesar Rp1 hingga Rp2 miliar karena terbukti dijatuhi sanksi akibat tak menjalankan kewajiban mereka. Hal itu disampaikan Direktur Utama LPDP
BELAKANGAN ini, ruang media sosial diramaikan perbincangan mengenai istilah 'bahasa ibu' yang memantik refleksi publik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved