Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN ketiga Republik Indonesia yang juga pakar teknologi penerbangan BJ Habibie mengingatkan setiap individu untuk meningkatkan sinergi antara pendidikan dan budaya. Sinergi pendidikan dan budaya diperlukan guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia.
Habibie menyampaikan hal tersebut dalam orasi ilmiah peluncuran Habibie Institute for Public Policy and Governance (HIPPG) di Balai Sidang Univesitas Indonesia (UI), Depok, Jawa Barat, kemarin.
Menurutnya, setiap individu merupakan bagian intelektual yang memiliki banyak jaringan. Sebab, manusia sebagai mahluk yang berbudi harus menguasai pendidikan dan budaya. Karena itu, setiap individu harus bersinergi dengan keduanya dalam meningkatkan kualitas SDM.
"Masa depan bangsa Indonesia harus mengandalkan sumber daya manusia dan teknologi yang berkualitas. Bukan lagi sumber daya alam. Ada yang berpendidikan hebat, tapi minus pembudayaan," ujarnya. Hadir dalam peluncuran HIPPG antara lain Rektor UI Muhammad Anis dan Dekan Fakultas Ilmu Administrasi Eko Prasojo.
Mantan Menteri Riset dan Teknologi itu juga mengatakan, ada tiga karakter yang juga mesti dimiliki manusia, yakni kebudayaan, agama, dan pendidikan (KAP). "Saya harus jelaskan karena berkaitan dengan SDM yang bebas. Bebas yang bertanggung jawab dan berbudaya," paparnya.
Menurut Habibie, misi menyukseskan kebudayaan, agama, dan pendidikan individu harus berkonsentrasi untuk menghasilkan manusia yang berdaya unggul. Sebagai out put-nya, kita harus menjadi ujung tombak untuk mengembangkan SDM berkualitas.
Sementara itu, Kepala Kantor Hubungan Masyarakat dan Keterbukaan Informasi Publik (Humas dan KIP) UI Rifelly Dewi Astuti secara terpisah menerangkan, peluncuran HIPPG adalah untuk menjawab tantangan bangsa berkenaan dengan pembentukan tata kelola pemerintahan Indonesia.
Ia mengatakan, meski beberapa kebijakan inovatif telah dikukuhkan, pekerjaan rumah yang ada belum selesai. Di antaranya, perubahan lingkungan strategis yang dinamis, rendahnya kualitas kepemimpinan, kebijakan publik yang tidak adaptif, rendahnya akuntabilitas tata kelola pemerintahan, dan rendahnya kualitas layanan publik. Menurutnya, hal tersebut merupakan tantangan besar bagi terwujdnya pemerintahan yang demokratis sesuai cita-cita reformasi Indonesia. (KG/H-1)
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak memangkas anggaran pendidikan sebagaimana narasi yang beredar di publik.
Teddy menjelaskan bahwa program MBG justru dirancang untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) sejak dini, mulai dari jenjang PAUD hingga SMA.
Kepala BPIP Yudian Wahyudi menegaskan bahwa pendidikan Pancasila harus menjadi arus utama dalam pembentukan karakter generasi muda
Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Azis Subekti, meminta publik untuk bersikap jernih dan jujur dalam membaca struktur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
EMPAT alumni telah mengembalikan dana sebesar Rp1 hingga Rp2 miliar karena terbukti dijatuhi sanksi akibat tak menjalankan kewajiban mereka. Hal itu disampaikan Direktur Utama LPDP
BELAKANGAN ini, ruang media sosial diramaikan perbincangan mengenai istilah 'bahasa ibu' yang memantik refleksi publik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved