Headline
Kapolri minta agar anggota Brimob pelaku insiden Tual dihukum seberat-beratnya.
Kapolri minta agar anggota Brimob pelaku insiden Tual dihukum seberat-beratnya.
Kumpulan Berita DPR RI
BERANGKAT dari keterancaman Pancasila sebagai ideologi bangsa atas masuknya paham-paham radikalisme, anggota DPR RI 2019-2024 Putra Nababan mengusulkan agar dalam membumikan Pancasila di era milenial ini menggunakan pendekatan kontekstual yang sesuai dengan perkembangan zaman.
"Jadi bicara milenial itu kita harus turun lagi, menjadi satu produk propaganda produk kampanye apakah itu di sinetron, apa materi infografik, atau kampanye, dan juga sekolah-sekolah dan sebagainya," ujar Putra dalam sebuah diskusi bertema Pendidikan dan Pengamalan Pancasila bagi Generasi Milenial sejak Usia Dini sampai Perguruan Tinggi pada Sabtu (22/6).
Menurut Putra, generasi milenial sangat erat kaitannya dengan teknologi informasi dan gadget. Untuk itu, cara-cara usang untuk mengajarkan Pancasila harus digantikan dengan terobosan baru yang menyenangkan dan lekat dengan keseharian generasi milenial.
"Undang produsen sinetron, undang influencer sosial media sehingga terinspirasi," imbuh Putra.
Menurut jurnalis kawakan tersebut, membumikan Pancasila yang digali dari nilai-nilai luhur budaya bangsa Indonesia menjadi nawacita paslon nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Di mana, program lima tahun ke depan yang akan diusungnya ialah tidak hanya membangun infrastruktur namun juga sumber daya manusia.
Baca juga: PPDB Zonasi SMA Kota Depok Ditutup, Diumumkan Minggu Depan
Sejalan dengan Nababan, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Hariyono menilai Pancasila seyogyanya tidak hanya dilihat di masa lampau, tapi Pancasila harus dilihat dari kacamata masa kini dan tantangannya di masa depan.
"Pancasila bukan sekedar meja statis, tapi leistar dinamis, bintang penuntut bagaimana bangsa Indonesia ke depan. Tugas kita bersama menerjemahkan ideologi besar menjadi piranti pembangunan," tutur Hariyono.
Lebih lanjut Hariyono menilai, indoktrinasi Pancasila mahfum untuk dilakukan. Namun ia mengingatkan, agar indoktrinasi tersebut dilakukan melalui cara-cara yang tepat.
"Di mana-mana yang namanya ideologi doktrin, harus dilakukan indoktrinasi, yang jadi masalah indoktrinasi dilakukan dengan cara yang otoriter," tandas Hariyono. (OL-1)
Simak 11 butir sila kelima Pancasila dan contoh pengamalan nyata dalam kehidupan sehari-hari, ekonomi, dan dunia digital di tahun 2026.
Pelajari 10 butir sila keempat Pancasila beserta contoh pengamalannya di lingkungan sekolah, rumah, dan masyarakat secara lengkap dan terbaru.
Pelajari 7 butir Sila Ketiga Pancasila sesuai TAP MPR No. I/MPR/2003 serta contoh pengamalan nyata untuk menjaga persatuan Indonesia di tahun 2026.
Pahami 10 butir Sila Kedua Pancasila sesuai TAP MPR No. I/MPR/2003 dan cara mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari serta dunia digital tahun 2026.
Pelajari 7 butir Sila Pertama Pancasila sesuai TAP MPR No. I/MPR/2003 serta contoh pengamalan nyata dalam kehidupan sehari-hari dan dunia digital.
BPIP bekerja sama dengan Universitas Sebelas Maret (UNS) dan Perkumpulan Program Studi Pendidikan Sejarah Indonesia (P3SI) menyelenggarakan Seminar Nasional Sejarah Pancasila
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved