Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
GONJANG ganjing dunia sastra lima tahun terakhir akibat pro dan kontra kelahiran puisi esai, dan semakin banyaknya penulis senior mengangkat isu sosial melaui puisi esai, serta semakin populernya puisi esai ke tingkat negara ASEAN, telah menarik perhatian Asosiasi Guru Bahasa Indonesia dan Sastra Indonesia (AGBSI).
Asosiasi ini merupakan himpunan guru yang mengajar bahasa dan sastra di aneka sekolah SLTA dan SLTP di seluruh Indonesia. Dalam rangka menggairahkan pemahaman sastra para guru, dan mengajak masyarakat memahami isu sosial melalui sastra, AGBSI menginisiasi lomba kritik sastra puisi esai.
Lomba itu terbuka bagi semua guru bahasa dan guru sastra di semua tingkatan, baik SLTA dan SLTP. Buku yang dikritik sengaja dipilih karya pelopor puisi esai itu sendiri.
Selama ini, Denny JA dikenal sebagai konsultan politik yang acap mendapat penghargaan dunia. Ternyata Denny JA juga seorang inovator dan penulis puisi esai yang produktif. Empat karya sastra Denny JA menjadi topik lomba untuk dikritik.
Baca juga: BNPB Minta Masyarakat Ikut Antisipasi Karhutla
Pertama, Atas Nama Cinta. Puisi esai ini berkisah soal aneka diskriminasi dalam sejarah Indonesia. Kedua, Kutunggu Kau di Setiap Kamisan. Buku ini tentang aksi kamisan di seberang istana yang mencari keluarga hilang. Ketiga, Jiwa Yang Berzikir. Buku ini soal pencarian identitas dengan konteks 30 Juz Alquran. Dan keempat, Roti untuk Hati. Ini kumpulan renungan filsafat hidup.
Karya Denny JA sudah dibahas oleh pakar mancanegara. Kritikus beberapa negara pernah secara khusus mendiskusikannya dalam seminar di Malaysia. Seminar atas karya Denny JA di Malaysia sudah pula diterbitkan menjadi buku.
Beberapa karya puisi esai Denny JA telah pula difilmkan untuk film pendek pendidikan oleh sutradara Hanung Brahmantyo.
Lomba itu berhadiah total Rp57 juta. Dan akan ditutup pada 20 Juni 2019.
“Saya menyambut baik lomba ini. Saatnya puisi esai juga menjadi kajian kritik sastra. Sejak lima tahun terakhir, sudah terbit hampir seratus buku puisi esai yang ditulis oleh ratusan penulis dari Aceh, hingga Papua, bahkan mancanegara,” ujar Denny JA dalam keterangannya, Sabtu (15/6).
Lomba kritis sastra puisi esai kini memasuki tahap akhir. (RO/OL-9)
Musisi Sal Priadi siap menggelar kembali Memomemoria, sebuah festival multidisiplin yang melibatkan banyak cabang kesenian.
PELESTARIAN kesenian Kentrung Jepara harus terus diupayakan demi menyelamatkan kearifan lokal yang memiliki nilai budaya tinggi itu dari kepunahan.
Tari Topeng Juntinyuat asal Indramayu sukses memukau pengunjung saat tampil di Cultural Performance Stage dalam gelaran Osaka World Expo pada 28-29 Agustus lalu.
Lestari Moerdijat mengatakan inisiatif masyarakat berkesenian harus mendapat dukungan demi melestarikan kebudayaan nasional yang mampu memperkuat identitas dan persatuan bangsa.
IKATAN Keluarga Minangkabau (IKM) mengelar turnamen Golf Open memperebutkan piala bergilir Menteri Kebudayaan di Permata Sentul Golf Club, Bogor, Jawa Barat
Konsep yang dihadirkan beragam seperti teater, karya seni hingga pameran keindahan dari lokasi wisata yang ada.
Dalam pandangan Gol A Gong sastra berfungsi sebagai ruang jeda dari banjir informasi digital yang dangkal.
SAYEMBARA Novel DKJ 2025 telah mengumumkan pemenangnya semalam, Rabu, (5/11) di Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat.
Kemendikdasmen melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) menegaskan komitmen negara terhadap pengembangan, pembinaan, dan pelindungan bahasa serta sastra.
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), menggelar rangkaian kegiatan strategis dalam rangka penguatan literasi dan sastra, serta revitalisasi bahasa daerah di Jawa Tengah.
Aprinus mencontohkan, beberapa karya yang kandungan SARA, yakni pada novel Salah Asuhan yang pada draf awalnya disebut menyinggung ras Barat (Belanda).
Sastra sebagai suatu ekspresi seni berpeluang mempersoalkan berbagai peristiwa di dunia nyata, salah satunya adalah persoalan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved