Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Kota Bekasi menyediakan kuota sebanyak 2% bagi para penghafal Alquran (hafiz) dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) daring (online) jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri tahun ajaran 2019/2020. Kuota tersebut disertakan dalam jalur prestasi.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi Inayatullah menyampaikan, jalur PPDB 2019 dibagi dalam tiga kategori, Zonasi 93%, Prestasi 6%, dan Perpindahan Orangtua 1%. Sosialisasi petunjuk teknis tersebut akan dilakukan pada Kamis (13/6) mendatang.
"Baru akan kita sosialisasikan lusa," ungkap Inay, Selasa (11/6).
Inay menjelaskan, pada PPDB online tahun ini pemerintah khusus menyediakan kuota untuk para hafiz sebanyak 2%. Para hafidz akan bersaing memenuhi kuota dengan jalur prestasi.
Baca juga: Guru akan Wajib Dirotasi Mengajar di Daerah Tertinggal
Adapun, kata Inay, secara umum pembagian kuota tiga kategori PPDB online kali ini adalah sebanyak 93% persen untuk jalur zonasi. Jalur zonasi disediakan sebanyak 83% untuk kategori zonasi radius dan 10% lainnya disediakan untuk jalur afirmasi atau siswa miskin.
Untuk kategori jalur prestasi, lanjut dia, pemerintah menyediakan kuota sebanyak 6%. Kuota ini dibagi untuk siswa dengan nilai USBN tertinggi sebanyak 3%, para hafidz Alquran 2% dan prestasi non-akademik 1%. Sedangkan sisa 1% lainnya untuk siswa pindahan.
"Jadi kalau para hafidz mau daftar masuknya bisa lewat jalur prestasi. Itu prestasi yang amat diapresiasi pemerintah," jelas dia.
Menurut dia, jalur prestasi hafidz Alquran juga merupakan upaya pemerintah untuk mengembangkan kegiatan lomba tilawah Alquran yang diselenggarakan tiap tahun. Sehingga, jalur ini juga bisa menjadi ajang pencarian bibit para penghafal Alquran.
"Anggap saja ini menjadi salah satu jalur menyeleksi bibit-bibit qari dan qariah andal," tandas dia. (OL-1)
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak memangkas anggaran pendidikan sebagaimana narasi yang beredar di publik.
Teddy menjelaskan bahwa program MBG justru dirancang untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) sejak dini, mulai dari jenjang PAUD hingga SMA.
Kepala BPIP Yudian Wahyudi menegaskan bahwa pendidikan Pancasila harus menjadi arus utama dalam pembentukan karakter generasi muda
Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Azis Subekti, meminta publik untuk bersikap jernih dan jujur dalam membaca struktur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
EMPAT alumni telah mengembalikan dana sebesar Rp1 hingga Rp2 miliar karena terbukti dijatuhi sanksi akibat tak menjalankan kewajiban mereka. Hal itu disampaikan Direktur Utama LPDP
BELAKANGAN ini, ruang media sosial diramaikan perbincangan mengenai istilah 'bahasa ibu' yang memantik refleksi publik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved