Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

Ajak Milenial Cinta Maritim, UBL Kerja Sama dengan TNI AL

Syarief Oebaidillah
30/4/2019 20:10
Ajak Milenial Cinta Maritim, UBL Kerja Sama dengan TNI AL
UBL Kerja Sama dengan TNI AL Ajak Milenial Cinta Maritim(Ist)

UNIVERSITAS Budi Luhur (UBL) menjalin kerja sama dengan TNI Angkatan Laut. Dokumen Perjanjian Kerja Sama ditandatangani Dr Nawiroh Vera, Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi UBL, dan Dr Rusdianta, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UBL, bersama Kepala Dinas Pendidikan TNI AL, Laksma TNI Dr Ivan Yulivan.

Kerja sama ini bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan kedua lembaga. Deputi Rektor UBL, Dr Wendi Usino MSc, berharap melalui dokumen perjanjian tersebut dapat meningkatkan kerja sama, khususnya di bidang kemaritiman.

"Pengajaran kita ditantang untuk menggali materi kemaritiman, karena itu penelitian bersama TNI AL akan memberi masukan banyak di bidang kemaritiman, dan pengabdian masyarakat kita akan dapat menjangkau wilayah Tanah Air yang lebih luas," kata Wendi melalui keterangan tertulis Senin (30/4).

"Ilmu pengetahuan kemaritiman masyarakat Indonesia masih sangat perlu ditingkatkan, pasalnya dua pertiga wilayah negara kita adalah maritim, kekayaan laut Indonesia akan sangat bisa menopang APBN dan membuat negara kita makmur.

Untuk itu kami bekerja sama dengan berbagai lembaga pendidikan, termasuk Universitas Budi Luhur ini," tambah Ivan yang menyampaikan kuliah umum dengan tema 'Peran Milenial dalam Meningkatkan Potensi Kemaritiman' di hadapan 250 mahasiswa dan siswa SMA.


Baca juga: Bencana Alam di 2019 Renggut 325 Korban Jiwa


Kepada generasi milenial, Ivan, yang juga pakar bidang filsafat seni bela diri dan doktor ilmu ekonomi ini, mengutarakan, Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia, berada di posisi strategis di antara dua samudra dan dua benua, serta memiliki sumber daya alam melimpah.

"Laut adalah sarana integrasi nasional, laut adalah deposit sumber daya alam yang mampu menghidupi negara kita, dan laut adalah sumber pertahanan negara kita," ungkapnya.

Dia mengatakan bahwa saat ini terdapat 34 pulau kecil kita dikelola pihak asing, dan hanya 21 pulau kecil dikelola Indonesia.

"Ikan-ikan kita banyak dicuri pihak asing, maka 488 kapal asing pencuri ikan telah ditenggelamkan pada kurun 2014-2018. Sengketa pulau dengan 9 negara masih berlangsung, 37 kasus tumpahan minyak mentah terjadi selama 1998-2017, dan 9 juta ton sampah per tahun masih dibuang ke laut," paparnya.

Selain pemaparan angka-angka potensi ekonomi, Ivan menekankan pentingnya pendidikan karakter bangsa dan agar kita kembali menjadi bangsa pelaut dan negara kelautan yang kuat.

Pada akhir kuliahnya, ia menutup kalimat, "Kesuksesan tidak datang dari langit. Kesuksesan adalah kristalisasi dari keringat kerja keras." (OL-9)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya