Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
IKATAN Perempuan Profesional bersama Kementerian Sosial dan Kementerian Perindustrian mengajak wirausahawan muda untuk membantu mengentaskan kemiskinan di Indonesia.
Staf Ahli Bidang Perubahan dan Dinamika Sosial Kemensos, Asep Sasa Purnama, mengatakan, keterlibatan generasi milenial dalam mengentaskan kemiskinan dengan mengembangkan wirausaha. Untuk itu, pemerintah akan menjembatani mereka dalam memperoleh akses permodalan dan pelatihan pengembangan usaha.
"Saat ini yang harus dipikirkan generasi melenial adalah membuka lapangan kerja dan tidak bergantung untuk mencari pekerjaan. Dengan membuka lapangan kerja ini maka mereka bisa membantu pemerintah untuk mengentasikan kemiskinan," kata Asep di Jakarta, Kamis (25/4).
Ia mengaku saat ini Kementerian Sosial terus mendorong kelompok usaha bersama Program Keluarga Harapan dapat berkolaborasi dengan wirausaha milenial agar dapat memenangkan persaingan dan mengembangkan pangsa pasar.
"Saat ini yang diperlukan adalah kolaborasi bukan persaingan yang tidak sehat sehingga bisa tumbuh bersama," tambah Asep.
Asep menyambut baik seminar dan pemeran usaha bersama yang bertajuk 'Indonesian Millenial Young Enterpreneur' yang melibatkan Kelompok Usaha Bersama Program Keluarga Harapan (Kube PKH) dalam pelaksanaannya.
Sebanyak 38 Kube PKH ikut andil dalam pameran dan seminar tersebut. Seminar ini juga melibatkan Bank Sahabat Sampoerna, dan Modal Rakyat Indonesia.
Baca juga: Optimalisasi Daur Ulang Ciptakan Ekonomi Melingkar
Di tempat yang sama, Ketua Pelaksana, Kasandra Putranto, mengatakan, peran generasi milenial dalam mengembangkan peningkatan sumber daya dan pemberdayaan ekonomi sangat tinggi.
"Sebagai milenial, bukan berarti kegiatanmu terbatas hanya dengan sekolah atau kuliah. Tidak sedikit yang memilih untuk bekerja atau bahkan membangun usaha sendiri. Menjadi wirausahawan muda merupakan impian sebagian besar orang. Tentu, mempunyai usaha sendiri memiliki banyak keuntungan. Namun, tidak mudah mencapai impian tersebut. Seorang pengusaha untuk menjadi sukses harus pandai memulai usaha, mengelola, dan mengembangkannya menjadi sebuah bisnis yang produktif," tutur Kasandra.
Kasandra menambahkan, dalam memulai usaha, milenial atau yang disebut juga dengan generasi (Gen) Z dapat memulai dengan melakukan hal sederhana, seperti berkerja sama dengan Kube PKH yang telah dimiliki keluarga penerima manfaat di sekitar tempat tinggal mereka.
"Apa yang dipelajari oleh kaum Gen Z di dunia kampus dapat dikolaborasi dengan kelompok usaha PKH yang telah berjalan. Mereka yang mempelajari akuntansi misalnya, dapat menularkan pengelolaan keuangan tersebut kepada KPM (Kelompok Penerima Manfaat). Sebaliknya, mereka juga dapat belajar bagaimana memproduksi sebuah barang, misalnya memproduksi sebuah sabun cuci seperti yang dilakukan KPM PKH di Kabupaten Garut," tambahnya.
Dengan sinergitas antara Gen Z dan KPM PKH tersebut, lanjut Kasandra, dapat membantu pemerintah mempercepat pengentasan kemiskinan dan mengembangkan perekonomian di daerah.
Selain Asep Sasa, acara 'Indonesian Millennial Young Entrepreneurs' diisi talkshow yang menghadirkan pembicara Henky Suryaputra selaku Chief Financial Officer Bank Sahabat Sampoerna, dan Endang Suwartini, Direktur Industri Kecil dan Menengah Logam, Mesin, Elektronika, dan Alat Angkut Kemenperin.
Terdapat hal-hal penting yang harus diperhatikan seorang pengusaha muda untuk mencapai kesuksesan tidak hanya untuk diri namun juga bagi bangsa. Dipercaya bahwa salah satu solusi untuk memberantas kemiskinan di Indonesia ialah dengan mengembangkannya wirausaha-wirausaha dari generasi Z. (OL-1)
Program Desaku Maju–GERCEP direncanakan berlangsung dalam 58 kelas di 38 desa.
Yayasan Indonesia Setara bekerja sama dengan Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, dan Perindustrian Perdagangan (DKUKMPP) Kota Cirebon serta Refo menggelar workshop digital marketing.
Data Kementerian Koperasi dan UKM tahun 2024 mencatat jumlah wirausaha Indonesia telah mencapai 3,47% dari total penduduk, naik dari 3,21% pada tahun sebelumnya.
Program Kartini Bluebird, wadah pemberdayaan bagi istri dan putri pengemudi Bluebird yang berdiri sejak 2014, terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ekonomi keluarga
Salah satu Ketua Tim Pengabdian Masyarakat, Widayani Wahyuningtyas, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut mengusung tema 'Edukasi kewirausahaan sejak usia dini.
Gus Falah menegaskan, adalah keharusan bagi santri untuk menguasai berbagai bidang, mulai dari teknologi, sains, politik, hingga kewirausahaan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved