Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
CAKUPAN jangkauan dan kualitas pelayanan imunisasi di Indonesia perlu ditingkatkan guna mencegah munculnya kasus-kasus atau kejadian luar biasa. Salah satu tantangan yang dihadapi ialah manajemen vaksin. Hal itu ditegaskan Sekjen Kementerian Kesehatan Oscar Primadi pada Peringatan Pekan Imunisasi Dunia (PID) 2019 di Kantor Kemenkes, Jakarta, kemarin.
Selain manajemen vaksin, imbuhnya, layanan imunisasi juga tak kalah penting untuk ditingkatkan gaungnya, terutama dalam menangkal isu negatif tentang vaksin. "Tantangan ini harus kita sikapi secara tepat dan sungguh-sungguh. Jajaran Kemenkes harus bekerja keras dan bekerja cerdas," sebut Oscar yang saat itu mewakili Menkes.
Baca Juga : Vaksin Dengue Disarankan untuk Anak-Anak
Dia mengingatkan jajaran kesehatan berada di garis depan, seperti puskesmas dan jaringannya yang mencakup puskesmas induk, pembantu, bidan desa, dan posyandu sangat menentukan suksesnya program imunisasi.
Program Dapat Dicegah dengan Imunisasi ( PD3I) seperti campak, distri, tetanus, polio, dan hepatitis tidak hanya dapat menimbulkan penyakit, tapi juga berdampak pada kematian dan kecacatan. Karena itu, program imunisasi harus dilaksanakan secara berkelanjutan.
Imunisasi dasar lengkap (IDL) diberikan pada usia 0-11 bulan, imunisasi lanjutan pada usia 12 bulan, lalu ada lagi pada kelas 1 SD, serta kelas 2 dan 5 SD. (Bay/H-3)
Vaksin seperti RSV, hepatitis A, hepatitis B, dengue, serta meningokokus diberikan berdasarkan risiko tertentu.
Difteri masih berbahaya dan bisa muncul diam-diam. Kenali gejala awal, cara penularan, dan risiko fatal penyakit yang sebenarnya dapat dicegah ini.
Pemerintah memperluas imunisasi heksavalen melalui penguatan Program Imunisasi Nasional. Imunisasi terbukti efektif melindungi anak dari penyakit menular berbahaya.
Para orangtua diingatkan untuk mewaspadai penyakit umum selama masa liburan dengan melengkapi imunisasi, terutama penyakit respiratori.
Imunisasi dengan Palivizumab direkomendasikan oleh IDAI untuk mencegah bayi yang lahir prematur mengalami penurunan kesehatan karena infeksi RSV.
IDAI juga menekankan bahwa Imunisasi adalah salah satu intervensi kesehatan yang paling ‘cost-effective’ dan telah menyelamatkan jutaan nyawa anak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved