Headline
Membicarakan seputar Ramadan sampai dinamika geopolitik.
Kumpulan Berita DPR RI
SUMATERA Barat (Sumbar) butuh bandara alternatif di daerah yang relatif aman bencana sebagai salah satu bentuk langkah mitigasi bencana seperti gempa dan tsunami.
"Sekarang ada beberapa bandara di Padangpariaman, Pasaman dan Mentawai. Tetapi semua berada di sekitar pantai. Jika terjadi tsunami kemungkinan tidak bisa digunakan. Perlu ada alternatif," kata Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit di Padang, Senin (1/4).
Ia menyebut bandara Piobang di Limapuluh Kota yang sangat jauh dari pantai dan berada di lokasi dengan risiko gempa yang kecil bisa menjadi alternatif itu.
Baca juga: Bandara Ngurah Rai Pantau Perkembangan Abu Gunung Agung
Karena itu ia mendukung jika Bandara Piobang yang pernah digunakan pada masa Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) itu diaktifkan kembali oleh TNI AU.
Pada beberapa simulasi bencana, jika terjadi gempa 8,8 SR di Sumbar, tsunami bisa berdampak hingga 2,5 kilometer ke darat. Semua bandara yang ada saat ini akan lumpuh. Jika ada bandara alternatif, bantuan bisa masuk lebih cepat sehingga korban bisa diminimalkan," ujarnya. (OL-7)
Sejumlah lahan pertanian rusak di Pasie Laweh, Padang Pariaman, Sumatera Barat.
Bencana hidrometeorologi melanda negara bagian Minas Gerais, Brasil. Sedikitnya 32 orang tewas dan ribuan warga kehilangan tempat tinggal akibat curah hujan ekstrem.
Bencana longsor dan banjir melanda Minas Gerais, Brasil. 30 orang tewas dan 39 lainnya masih hilang di bawah puing-puing bangunan.
Warga menyeberangi Sungai Jabak menggunakan gondola darurat menuju Desa Gedangan, Kecamatan Ngrayun, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.
Pasca-kejadian, warga terpantau mulai bergotong royong membersihkan sisa-sisa reruntuhan dan memperbaiki atap rumah yang masih bisa diselamatkan secara swadaya.
Mendagri Tito Karnavian memaparkan skema bansos korban bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar, termasuk bantuan Rp8 juta untuk rumah rusak berat serta Dana Tunggu Hunian Rp1,8 juta.
PT Kereta Api Indonesia II Sumatera Barat (Sumbar) mengimbau masyarakat tidak melakukan aktivitas di sekitar jalur rel, termasuk kegiatan menunggu waktu berbuka puasa atau ngabuburit.
PEMERINTAH Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) menegaskan penertiban aktivitas Pertambangan Tanpa Izin (PETI) di wilayah Sumbar masih berjalan melalui kerja tim terpadu lintas sektor.
PEMERINTAH pusat telah menyiapkan total anggaran sebesar Rp2,6 triliun untuk Sumatera Barat (Sumbar), untuk kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur pascabencana.
Kemeninves sampai Danantara diyakini bisa menjadi jalan keluar terbaik untuk mengelola lahan perkebunan sampai pertambangan ini.
Barita mengatakan upaya hukum ini diharapkan dapat memberikan kejelasan terhadap penyebab bencana di Sumatra.
Pembangunan huntara dilakukan di tiga provinsi terdampak bencana di Sumatra. Rinciannya, sebanyak 16.282 unit huntara dibangun di Aceh, 947 unit di Sumatra Utara, dan 618 unit di Sumatra Barat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved