Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
DEMI melahirkan para lulusan yang berwawasan global dan mampu bersaing di dunia kerja secara internasional, perguruan tinggi (PT) domestik perlu menjalin kerjasama dengan PT dari negara lain.
Menurut Rektor Universitas Esa Unggul Arief Kusuma, untuk menjadi world class university diperlukan komitmen membangun pendidikan yang bertaraf internasional, diantaranya melakukan kerjasama dengan universitas dari berbagai negara yang sudah maju. Salah satunya dari Tiongkok.
"Tak bisa dipungkiri, saat ini Tiongkok menguasai pasar dunia, baik dari segi ekonomi maupun teknologi. Dengan menggandeng Tiongkok, diharapkan kita dapat mengambil pelajaran dari kemajuan mereka," ujar Arief saat penandatanganan MoU Overseas Practical Education Base antara Universitas Esa Unggul dengan Nanjing XiaoZhuang University (NXU) di Jakarta, Kamis (14/3).
Melalui jalinan kerjasama itu, mahasiswa dari kedua PT bisa menempuh pendidikan ataupun praktek kerja lapangan selama dua tahun dengan melakukan pertukaran pelajar dari masing-masing dua institusi tersebut.
"Kami akan membekali mahasiswa yang berprestasi di Esa Unggul dengan kemampuan berbahasa yang cukup, tidak hanya bahasa Inggris tapi juga bahasa mandarin sebelum mereka diberangkatkan," ujar rektor yang membawahi sekitar 16 ribu mahasiswa itu.
Baca juga: STP Trisakti Kerja Sama Riset dengan Universitas Teknologi Wuxi
Hal senada disampaikan Vice President Nanjing Xiaozhuang University Zhang Bo bahwa kesepakatan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kapasitas mahasiswa terkait ilmu pendidikannya, namun juga menambah wawasan mereka soal kehidupan sosial dan budaya masing-masing negara.
"Pendidikan itu universal. Kita ingin kerjasama ini semakin erat dan meluas tidak hanya pertukaran mahasiswa jurusan teknologi dan ekonomi saja, tapi juga para staf, dosen maupun bidang-bidang lain yang ada di dalam kampus. Kita akan bantu dengan sepenuh hati," jelas Zhang Bo.
"Kami banyak belajar dari Indonesia mengenai bagaimana melakukan reformasi birokrasi dan Indonesia juga belajar mengenai teknologi, keduanya bisa saling melengkapi," tambahnya.
Saat ini Esa Unggul International Program telah menjalin kerjasama dengan tiga universitas terkemuka di Tiongkok. Selain Nanjing Xiao Zhuang University (NXU), ada juga Jiangsu Second Normal University (JSNU) dan North China Electric Power University (NCEPU). (OL-7)
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak memangkas anggaran pendidikan sebagaimana narasi yang beredar di publik.
Teddy menjelaskan bahwa program MBG justru dirancang untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) sejak dini, mulai dari jenjang PAUD hingga SMA.
Kepala BPIP Yudian Wahyudi menegaskan bahwa pendidikan Pancasila harus menjadi arus utama dalam pembentukan karakter generasi muda
Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Azis Subekti, meminta publik untuk bersikap jernih dan jujur dalam membaca struktur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
EMPAT alumni telah mengembalikan dana sebesar Rp1 hingga Rp2 miliar karena terbukti dijatuhi sanksi akibat tak menjalankan kewajiban mereka. Hal itu disampaikan Direktur Utama LPDP
BELAKANGAN ini, ruang media sosial diramaikan perbincangan mengenai istilah 'bahasa ibu' yang memantik refleksi publik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved