Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
REKTOR Universitas Brawijaya (Unbraw) yang baru saja terpilih Nuhfil Hanani, meminta agar Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menggunakan pendekatan sosiologis dalam menindaklanjuti masalah generasi muda, terutama mahasiswa, yang terpapar radikalisme.
Hanani mengatakan pihaknya pun sudah menggelar diskusi dan seminar guna memberikan pemahaman lebih kepada mahasiswa untuk mencegah terpaparnya mereka ke dalam ideologi radikalisme.
"Kami sudah mengundang ulama dan pembicara, ulama Nadhlatul Ulama masuk, dari Muhammadiyah sudah, pemberdayaan sudah," ujarnya dalam Diskusi Aktivis Lintas Generasi bertema strategi kebangsaan mengatasi radikalisme di Aula Perkumpulan Gerakan Kebangsaan di Jakarta Selatan, Senin (11/6).
Pihaknya juga menyayangkan BNPT merilis deretan nama perguruan tinggi yang diduga terpapar radikalisme. Menurutnya, hal tersebut bisa membuat mahasiswa maupun masyarakat khawatir. "Padahal faktanya tidak seheboh itu," kata Hanani.
Hanani yang juga pernah menjabat sebagai Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di kampusnya menegaskan tidak ada organisasi eksternal agama yang terpapar radikalisme.
"Saya jamin tidak ada. Dulu di masjid ada dari HTI, tapi saya katakan sementara minggir dulu. Jadi jangan sampai Brawijaya dianggap melindungi organisasi terlarang," terangnya.
Sebelumnya pada pekan lalu BNPT merilis tujuh kamus yang terpapar radikalisme dan di antara tujuh nama perguruan tinggi itu terdapat Unbraw serta Institut Pertanian Bogor (IPB). (OL-5)
Keterlibatan aktif orang tua dalam komunitas pengawasan dinilai menjadi faktor kunci dalam memutus mata rantai penyebaran paham ekstrem.
Mencegah radikalisme dan intoleransi berarti menghidupkan kembali nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Ciri berikutnya adalah anak cenderung menarik diri dari pergaulan karena komunitas TCC membuat mereka nyaman sehingga anak-anak lebih suka menyendiri.
Densus 88 mengungkap remaja 14 tahun di Jepara memiliki koneksi dengan pendiri kelompok ekstremis Prancis BNTG dan aktif di komunitas True Crime.
BNPT mencatat 112 anak Indonesia terpapar radikalisasi terorisme lewat media sosial dan gimĀ online sepanjang 2025, dengan proses yang makin cepat di ruang digital.
Radikalisme dan intoleransi tidak bisa dilawan hanya dengan regulasi, tetapi dengan penghayatan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman etis bersama.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved