Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
NYERI pinggang merupakan salah satu masalah kesehatan yang paling banyak dijumpai di praktik klinik dokter. Data menunjukkan setiap orang dalam hidup mereka minimal pernah mengalami satu kali periode nyeri pinggang.
Sebanyak 5%-20% dari mereka mengalami nyeri yang bersifat kronis atau berkepanjangan.
"Sekian banyak pasien yang datang ke klinik dokter atau rumah sakit umumnya sudah dengan kondisi nyeri pinggang yang kronis," jelas dr Mahdian Nur Nasution SpBS, pakar nyeri dari Klinik Nyeri dan Tulang Belakang, Gedung Onta Merah, Jakarta.
Baca juga: Sakit Pinggang Sebelah Kanan pada Wanita, ini Penyebab dan Cara Mengobati
Dari sekian banyak penyebab nyeri pinggang, herniated nucleus pulposus (HNP) atau yang jamak disebut saraf terjepit merupakan penyebab nyeri pinggang kronik terbanyak.
HNP terjadi karena herniasi (penonjolan) gel pengisi bantalan sendi di ruas-ruas tulang belakang. Ketika tonjolan itu menekan saraf di sekitarnya, timbullah nyeri berkepanjangan.
Gejalanya antara lain nyeri pinggang yang menjalar ke tungkai, kadang disertai kelemahan pada tungkai.
Mahdian menjelaskan, salah satu langkah penanganan untuk kasus HNP ialah metode percutaneous laser disc decompression (PLDD). Metode itu dilakukan tanpa pembedahan.
Prosedurnya, terang Mahdian, pasien dibius lokal. Lalu, dengan bantuan alat khusus dan panduan fluoroskopi, dokter spesialis bedah saraf akan memasukkan jarum berukuran 1 mm menuju bantalan sendi yang mengalami herniasi.
Setelah jarum tepat masuk di pusat dari bantalan sendi, energi laser disalurkan. Laser tersebut kemudian membakar inti bantalan sendi tulang belakang sehingga volume bantalan sendi berkurang. Berkurangnya volume inti atau bagian tengah bantalan sendi tulang belakang itu akan mengembalikan tonjolan batalan sendi masuk kembali sehingga tampak seperti bantalan sendi normal.
Dengan masuknya tonjolan itu, sambung Mahdian, tidak ada lagi tonjolan yang menekan saraf. Gejala-gejala seperti rasa nyeri saat berjalan, kebas, kesemutan saat bangun dari tidur atau duduk yang selama ini dikeluhkan pasien juga akan hilang.
"Tindakan PLDD tidak menyebabkan kerusakan pada jaringan sekitar, baik otot, ligamen, maupun struktur tulang belakang. Dari beberapa penelitian, efektivitas metode PLDD dalam penanganan masalah saraf terjepit berkisar 78%-85%, dilihat dari gejala yang dirasakan pasien," papar Mahdian.
Baca juga: Beda Nyeri Pinggang akibat Saraf Kejepit dan Nyeri Biasa
Sebuah kajian dari beberapa literatur kedokteran di Cochrane Library menyebutkan PLDD memiliki tingkat keberhasilan yang sama dengan teknik operasi terbuka atau laminektomi dalam mengatasi masalah saraf terjepit. Bahkan PLDD memiliki lebih banyak keunggulan seperti luka sayatan yang minimal, penyembuhan pascatindakan yang lebih cepat, komplikasi minimal, dan harga yang relatif lebih murah.
Pada kesempatan sama, pakar rehabilitasi Klinik Nyeri dan Tulang Belakang, dr Sri Wahyuni SpKFR, menjelaskan terdapat beberapa faktor risiko terjadinya HNP. Faktor itu antara lain kebiasaan merokok, olahraga berat seperti angkat besi, atau aktivitas pekerjaan tertentu yang membuat seseorang sering mengangkat beban secara berulang.
"Dalam beberapa penelitian juga dikatakan, orang yang sering mengendarai sepeda motor memiliki risiko lebih besar untuk terjadi HNP, mencapai 2,7 kali lipat," imbuhnya. (Nik/H-2)
Karena ginjal terletak di bagian belakang rongga perut, tumor kecil sulit dideteksi tanpa teknologi terkini di bidang kesehatan.
Nyeri pinggang bisa jadi merupakan gejala kanker kelenjar getah bening atau limfoma.
Dokter spesialis ortopedi konsultan sendi, Andra Hendriarto, Sp.OT (K), mengingatkan pentingnya mengenali gejala nyeri pinggang yang sebaiknya tidak diabaikan
Penderita sakit pinggang direkomendasikan tidurnya dengan posisi telentang kasurnya jenis medium sampai medium firm, jangan terlalu keras.
Nyeri pinggang bisa disebabkan oleh kelelahan otot, postur yang salah, cedera, hingga penyakit ginjal atau saraf. Jadi jika nyeri berlangsung lama, jangan hanya diatasi sendiri
Kebiasaan duduk terlalu lama dapat menyebabkan area tulang belakang mengalami kekakuan, dan menimbulkan tekanan pada otot.
Ancaman super flu, infeksi saluran pernapasan akibat virus influenza dengan gejala yang lebih berat dibanding flu biasa, kian menjadi perhatian.
Buku berjudul Mika & Maka: Berani ke Dokter karya kolaborasi Karen Nijsen dan Maria Ardelia menghadirkan kisah yang disampaikan secara hangat dan mudah dipahami agar anak takut ke dokter
Siapa sangka, golongan darah ternyata ikut berkaitan dengan risiko serangan jantung. Ini bukan mitos kesehatan.
Dengan teknologi bedah robotik, standar perawatan bedah tidak lagi dibatasi oleh jarak geografis, melainkan ditentukan oleh kualitas keahlian dan presisi teknologi.
Bupati Samosir Vandiko Gultom mengusulkan peningkatan daya dukung fasilitas kesehatan di Samosir agar sejalan dengan statusnya sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).
Pilihan mengolah pangan dengan cara dikukus membawa dampak signifikan bagi kesehatan tubuh.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved