Headline

Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.

Karyawan Toko Dituduh Mengambil Voucher Hadiah Jaemin NCT untuk Penggemar

Muhammad Ghifari A
18/3/2026 22:07
Karyawan Toko Dituduh Mengambil Voucher Hadiah Jaemin NCT untuk Penggemar
Jaemin dari boy group K-pop NCT Dream berpose di acara pers untuk album kelima grup tersebut di Lotte Cinema World Tower di Songpa-gu, Seoul, 14 Juli 2025.(Doc Yonhap)

SEBUAH kontroversi muncul di kalangan penggemar K-pop setelah seorang karyawan toko diduga mengambil sebagian voucher hadiah yang dibagikan oleh Jaemin, anggota grup NCT Dream. Insiden ini pun memicu kemarahan penggemar dan menjadi perbincangan hangat di media sosial.

Peristiwa ini bermula ketika Jaemin NCT membagikan 30 voucher hadiah dari Shinsegae Group, masing-masing senilai 100.000 won (sekitar 67 dolar AS), sebagai bentuk apresiasi kepada para penggemarnya dalam rangka perayaan White Day pada 14 Maret.

Voucher tersebut dibagikan dalam bentuk kode batang yang diunggah secara daring, sehingga dapat diklaim oleh penggemar dengan sistem siapa cepat dia dapat.

Namun, keesokan harinya, sejumlah penggemar yang mendatangi gerai E-Mart untuk menukarkan voucher digital dengan sertifikat fisik justru mendapati bahwa sebagian besar voucher telah lebih dulu digunakan. Temuan ini memicu tanda tanya, terutama setelah diketahui bahwa penukaran telah terjadi di salah satu cabang bahkan sebelum toko resmi dibuka pada pukul 10 pagi.

Kecurigaan pun mengarah pada dugaan adanya keterlibatan orang dalam. Sejumlah penggemar kemudian melayangkan keluhan kepada pihak Shinsegae Group, yang merupakan perusahaan induk dari E-Mart, untuk meminta penjelasan atas kejadian tersebut.

Menanggapi laporan itu, pihak E-Mart segera melakukan investigasi internal. Hasil sementara mengungkapkan bahwa seorang karyawan di salah satu cabang terbukti telah menukarkan sembilan voucher sebelum waktu operasional dimulai. Fakta ini semakin memperkuat dugaan adanya pelanggaran prosedur dalam proses distribusi dan penukaran voucher.

Dalam pernyataan resminya, Shinsegae Group menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan, khususnya para penggemar yang tidak dapat menikmati hadiah tersebut. Perusahaan juga menegaskan bahwa investigasi masih berlangsung untuk mengungkap detail lengkap insiden ini.

“Perusahaan akan mengambil tindakan tegas sesuai dengan peraturan yang berlaku setelah investigasi selesai. Kami juga akan memperketat prosedur penerbitan dan penukaran sertifikat hadiah guna mencegah kejadian serupa terulang,” demikian pernyataan pihak perusahaan.

Kasus ini menjadi sorotan luas, tidak hanya karena melibatkan figur publik, tetapi juga menimbulkan pertanyaan terkait integritas dan pengawasan dalam sistem distribusi hadiah di industri ritel.

Sumber: Korean Times



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Reynaldi
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik