Headline

Polisi harus usut tuntas hingga ke aktor intelektualnya.

Autumn Durald Arkapaw Jadi Perempuan Pertama yang Menangkan Sinematografi Terbaik

Nadhira Izzati A
16/3/2026 09:07
Autumn Durald Arkapaw Jadi Perempuan Pertama yang Menangkan Sinematografi Terbaik
Autumn Durald Arkapaw menjadi perempuan pertama yang menang kategori Sinematografi Terbaik lewat film Sinners di Academy Awards.(ABC)

SEJARAH besar tercipta di panggung Academy Awards ke-98 saat Autumn Durald Arkapaw resmi dinobatkan sebagai pemenang kategori Sinematografi Terbaik lewat film Sinners

Pencapaian ini menjadikan Arkapaw sebagai perempuan pertama, sekaligus perempuan kulit berwarna pertama dalam sejarah Oscar, yang berhasil membawa pulang piala di kategori tersebut. Kemenangan ini sangat monumental mengingat sepanjang sejarah kategori ini, hanya ada tiga perempuan lain yang pernah masuk nominasi sebelum dirinya.

Arkapaw, yang memiliki darah keturunan Filipina dan Afrika-Amerika Creole, berhasil unggul atas deretan sinematografer ternama lainnya seperti Adolpho Veloso (Train Dreams), Michael Bauman (One Battle After Another), Dan Laustsen (Frankenstein), dan Darius Khondji (Marty Supreme). 

Meskipun sempat tidak memenangkan penghargaan pendahulu seperti BAFTA dan ASC, Arkapaw akhirnya keluar sebagai pemenang di malam puncak. Keberhasilan ini juga melengkapi catatan prestasinya sebagai sinematografer perempuan pertama yang menggunakan format Imax 65mm dan Ultra Panavision dalam penggarapan film Sinners.

Film ini menandai kolaborasi kedua Arkapaw dengan sutradara Ryan Coogler setelah sebelumnya mereka bekerja sama dalam Black Panther: Wakanda Forever. Dalam sebuah wawancara dengan Variety, ia mengungkapkan kedekatan profesionalnya dengan sang sutradara.

"Kami saling mendukung satu sama lain. Saya telah belajar bagaimana membaca cerita melalui mata (Ryan), untuk memahami apa yang dia butuhkan untuk menceritakannya dan apa yang penting baginya," tuturnya.

Salah satu momen yang paling banyak dibicarakan dalam Sinners adalah sekuens "menembus tabir" (piercing the veil) yang menunjukkan keahlian visual Arkapaw. Ia menjelaskan proses kreatif di balik adegan tersebut dengan detail yang memukau. 

"Awalnya sekuens ini berpijak pada kenyataan dan kemudian berubah menjadi momen surealis di mana kamera naik ke atap dan terbakar, lalu turun kembali ke bidikan eksterior api yang luar biasa yang bertransisi menjadi pengenalan tiga karakter kuat, dan kemudian Anda kembali ke dalam film," jelasnya.

Kemenangan Arkapaw menjadi salah satu puncak dari malam kejayaan Sinners, yang sebelumnya telah memecahkan rekor nominasi terbanyak sepanjang masa dengan 16 kategori.  (The Guardian/Variety/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya