Headline

Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.

David Copperfield Umumkan Pertunjukan Terakhir, Akhiri 25 Tahun Kejayaan di Las Vegas

Elang Riki Yanuar 
10/3/2026 10:56
David Copperfield Umumkan Pertunjukan Terakhir, Akhiri 25 Tahun Kejayaan di Las Vegas
Pesulap David Copperfield(GETTY IMAGES / GETTY IMAGES NORTH AMERICA)

PANGGUNG sulap dunia segera kehilangan salah satu ikon terbesarnya. Pesulap legendaris David Copperfield secara resmi mengumumkan rencana pensiun dari dunia pertunjukan yang telah membesarkan namanya. Langkah ini menandai berakhirnya masa residensi luar biasa selama 25 tahun di MGM Grand Las Vegas.

Melalui unggahan di media sosial X, pesulap berusia 69 tahun ini mengonfirmasi bahwa pertunjukan terakhirnya dijadwalkan berlangsung pada 30 April 2026. 

Sebelum benar-benar turun panggung, Copperfield telah menyiapkan rangkaian perpisahan yang intensif, yakni sekitar 120 pertunjukan yang akan digelar selama delapan minggu ke depan.

Dalam pesan emosionalnya, Copperfield mengenang kembali awal perjalanannya saat masih menjadi seorang anak kecil di New Jersey. Baginya, sulap bukan sekadar profesi untuk mencari nafkah, melainkan sebuah medium untuk membuktikan bahwa batasan antara kenyataan dan ketidakmungkinan sangatlah tipis. 

Ia menyatakan bahwa sejak kecil, ia sudah bermimpi menjadikan sulap sebagai bagian tak terpisahkan dari hidupnya.

"Sulap bukan sekadar pekerjaan, tapi sesuatu yang menunjukkan bahwa hal yang terlihat mustahil sebenarnya bisa saja terjadi," tulisnya dalam unggahan tersebut.

Selama dua setengah dekade tampil hampir setiap malam di Las Vegas, Copperfield mencatatkan rekor yang sulit ditandingi. Ia berhasil menghibur lebih dari 7 juta penonton yang datang dari berbagai penjuru dunia. 

Keberhasilan ini, menurutnya, tidak lepas dari dedikasi kru dan tim MGM Grand yang telah menyokong aksi-aksi ilusinya selama bertahun-tahun.

Nama David Copperfield sendiri telah menjadi sinonim dengan ilusi skala besar yang mencengangkan dunia. Beberapa aksi ikoniknya yang paling diingat sejarah antara lain membuat Patung Liberty terlihat menghilang, melayang di atas Grand Canyon, hingga berjalan menembus Tembok Besar Tiongkok. 

Prestasi ini pula yang membuat majalah Forbes menobatkannya sebagai pesulap panggung paling sukses secara komersial sepanjang masa.

Meski demikian, perjalanan karier Copperfield tidak sepenuhnya bebas dari riak. Di balik kemegahan panggung, ia sempat menghadapi berbagai kontroversi. 

Namanya pernah muncul dalam dokumen yang berkaitan dengan kasus Jeffrey Epstein. 

Selain itu, pada tahun 2018, ia juga sempat menghadapi tuduhan penyerangan dari seorang model, meski saat itu ia meminta publik untuk tidak menghakiminya sebelum fakta-fakta hukum menjadi jelas.

Keputusan pensiun ini menjadi penutup dari bab panjang sejarah sulap modern. 

Melalui 120 pertunjukan terakhirnya, Copperfield ingin menyampaikan pesan terakhir bagi para penggemarnya: bahwa siapa pun yang memiliki mimpi besar tetap bisa mewujudkannya jika terus berusaha. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya