Headline

Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.

Mengenang Robert Duvall: Sang Maestro Karakter dan Otoritas Sinema Amerika

Thalatie K Yani
17/2/2026 05:04
Mengenang Robert Duvall: Sang Maestro Karakter dan Otoritas Sinema Amerika
Mengenang Robert Duvall, aktor legendaris pemeran Tom Hagen di The Godfather. (IMDB)

INDUSTRI film global kehilangan salah satu pilar terbaiknya. Robert Duvall, aktor yang memberikan intensitas dan otoritas luar biasa selama tujuh dekade kariernya, meninggalkan warisan seni yang tak ternilai bagi sinema Amerika.

Lahir pada Januari 1931 di San Diego, putra seorang perwira Angkatan Laut ini sempat bertugas di ketentaraan sebelum akhirnya mengejar mimpi ke New York. Di sana, ia berjuang sebagai petugas pos sambil belajar akting bersama sahabat seumur hidupnya, Dustin Hoffman dan Gene Hackman.

"Seorang teman adalah seseorang yang bertahun-tahun lalu menawarkan uang 300 dolar terakhirnya saat panggulmu patah," kenangnya suatu kali. "Teman itu adalah Gene Hackman."

Jejak Karier yang Ikonik

Karier Duvall melesat sejak debutnya sebagai Boo Radley dalam To Kill a Mockingbird (1962). Sejak saat itu, ia menjadi langganan peran-peran maskulin yang keras dan kompleks. Namanya kian abadi lewat kolaborasi dengan sutradara Francis Ford Coppola sebagai Tom Hagen, penasihat cerdik dalam The Godfather.

Namun, performanya yang paling membekas di benak publik mungkin adalah saat ia memerankan Letnan Kolonel Kilgore dalam Apocalypse Now (1979). Kutipan dialognya yang legendaris, "Aku suka bau napalm di pagi hari," hingga kini tetap menjadi salah satu baris paling populer dalam sejarah film.

Puncak Prestasi dan Spiritualitas

Sepanjang hidupnya, Duvall mengoleksi tujuh nominasi Oscar. Ia akhirnya menyabet gelar Aktor Terbaik pada 1983 lewat perannya sebagai Mac Sledge, seorang penyanyi country pecandu alkohol dalam Tender Mercies.

Dedikasinya tidak hanya di depan kamera. Ia menulis dan menyutradarai The Apostle (1997), di mana ia berperan sebagai pengkhotbah evangelis. Meskipun tertutup soal keyakinan pribadinya, ia pernah menyebut bahwa dirinya "selalu menjadi orang yang percaya."

Di luar akting, Duvall memiliki kecintaan mendalam pada genre Western. "Saya rasa Western mendefinisikan kita," ujarnya pada 2016. "Inggris punya Shakespeare; Prancis punya Moliere; Rusia punya Chekhov. Tapi Western adalah milik kita."

Warisan Sang Legenda

Robert Duvall menjalani hidup penuh warna dengan hobi sepak bola hingga menari tango. Ia percaya kesibukan di luar akting adalah kunci kesehatan mental bagi seorang aktor.

"Seorang aktor muda pernah bertanya kepada saya, 'Apa yang kamu lakukan di antara pekerjaan?'," kenangnya. "Saya menjawab, 'Hobi, hobi, dan lebih banyak hobi'. Itu menjauhkanmu dari narkoba."

Duvall wafat dengan meninggalkan istrinya, aktris Luciana Pedraza. Meski tak memiliki keturunan, ia meninggalkan ribuan karakter yang akan terus hidup dalam sejarah sinema dunia. (BBC/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik