Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
UNIT grunge asal Yogyakarta, Tanda Seru, resmi mempertegas taring di kancah musik nasional. Mereka merilis ulang lagu hit Panitia Akhirat dalam versi kolaborasi bersama rocker legendaris Indonesia, Roy Jeconiah (ex-Boomerang). Kolaborasi ini bukan sekadar proyek rekaman biasa, melainkan pertemuan artistik yang lahir dari panggung dan tumbuh secara organik.
Perjalanan Tanda Seru menuju titik ini terbilang fenomenal. Band yang digawangi oleh Yunan Helmi (bass/vokal), Eunika “Leca” Theresia Siahaan (drum), dan Evanny Noei Rana (gitar) ini mulai mencuri perhatian publik saat Yunan melontarkan kritik terbuka kepada Menteri Keuangan RI dalam sebuah forum publik.
Momen tersebut viral dan menjadi pintu masuk bagi audiens untuk mengenal musikalitas serta keberanian sikap mereka.
Momentum tersebut berlanjut melalui lagu Panitia Akhirat. Karya ini secara frontal mengkritik praktik moralitas palsu, penghakiman sepihak, hingga penggunaan agama sebagai alat kontrol sosial.
Meski sempat menuai kontroversi hingga ancaman intimidasi, Tanda Seru tetap bergeming. Respons tersebut justru memvalidasi posisi mereka sebagai band yang konsisten menyuarakan kegelisahan sosial tanpa kompromi.
Capaian mereka pun tidak main-main. Sebagai pendatang baru, trafik konten Tanda Seru di media sosial sempat menembus 100 juta tayangan, diikuti dengan jadwal panggung yang kian padat. Hal ini membuktikan bahwa mereka memiliki basis massa nyata yang selaras dengan pesan yang mereka bawa.
Pertemuan dengan Roy Jeconiah bermula dari show kolaborasi di Magelang dan Yogyakarta. Kedekatan di atas panggung memicu gagasan untuk masuk ke studio rekaman.
Dari beberapa opsi lagu seperti Peran” dan Negeri Para Begundal, pilihan akhirnya jatuh pada Panitia Akhirat karena dinilai paling mewakili semangat zaman.
“Pertemuan Tanda Seru dan Roy Jeconiah bermula dari sebuah show kolaborasi di Magelang, lalu berlanjut ke pertunjukan kolaboratif di Yogyakarta. Dari interaksi di atas panggung itu, muncul gagasan untuk membawa kolaborasi ini ke ranah rekaman. Dari tiga lagu yang sempat dipertimbangkan—Perang, Negeri Para Begundal, dan Panitia Akhirat—kami akhirnya memilih Panitia Akhirat karena paling mewakili kegelisahan lintas generasi,” ujar Yunan Helmi.
Secara musikal, versi baru ini tampil lebih agresif dan emosional. Distorsi gitar yang kotor khas grunge tetap dipertahankan, namun kehadiran vokal Roy Jeconiah memberikan dimensi karakter yang lebih kuat.
Kerja sama ini dipastikan tidak berhenti pada satu rilisan saja. Ke depan, mereka tengah mempersiapkan rangkaian pertunjukan bertajuk Tour Jiwa Zaman. Melalui proyek ini, musik kembali diposisikan sebagai ruang refleksi dan medium untuk bersuara secara jujur. Lagu “Panitia Akhirat” kini sudah dapat dinikmati di berbagai platform musik digital. (Z-1)
Melalui trilogi ini, Vadesta menyuguhkan sebuah narasi cinta yang utuh dan saling terhubung.
Dalam seri ini, Pikotaro membayangkan kembali setiap prefektur Jepang melalui sudut pandang yang jenaka, penuh humor, dan eksperimen lintas genre.
Star Flower dari Chilli Beans mencoba menerjemahkan berbagai manifestasi "cahaya" yang menjadi inti cerita anime Love Through a Prism.
Perilisan lagu berjudul Miliaran Manusia dan Agency ini bertujuan untuk memperkenalkan nuansa pementasan kepada calon penonton Musikal Perahu Kertas.
Melalui lagu Salam Sehat, ArumtaLa konsisten membawa ciri khas mereka: memadukan tema kehidupan sehari-hari yang dewasa namun jenaka, serta menyampaikannya secara apa adanya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved