Headline

Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.

Ashton Kutcher, Standar Kecantikan Adalah Cerminan Obsesi Masyarakat

Thalatie K Yani
22/1/2026 10:05
Ashton Kutcher, Standar Kecantikan Adalah Cerminan Obsesi Masyarakat
Ashton Kutcher soroti obsesi kecantikan instan di tengah populernya obat Ozempic. (Instagram)

AKTOR kenamaan Ashton Kutcher angkat bicara mengenai standar kecantikan yang kian menuntut kesempurnaan. Bagi aktor berusia 47 tahun ini, industri Hollywood bukanlah penyebab utama keseragaman estetika, melainkan masyarakat luas yang kini terus-menerus terpapar kamera setiap saat.

Kutcher saat ini membintangi serial fiksi ilmiah terbaru berjudul The Beauty. Serial karya Ryan Murphy ini mengisahkan tentang penemuan obat yang mampu mengubah seseorang menjadi versi paling menarik dari diri mereka, namun dengan efek samping yang mengerikan.

"Hiburan adalah refleksi dari masyarakat," ujar Kutcher kepada BBC News. Ia membantah anggapan industri film sengaja menanamkan kebutuhan akan keseragaman fisik. Menurutnya, dorongan perfeksionisme saat ini lebih dipicu oleh fenomena di mana "semua orang berada di depan kamera sepanjang waktu".

Pararel dengan 'The Substance' dan Kehidupan Nyata

Kutcher memerankan seorang miliarder teknologi yang membawa suntikan kecantikan ke dunia. Menariknya, ia melihat adanya kemiripan tema antara serialnya dengan film horor The Substance (2024) yang dibintangi mantan istrinya, Demi Moore.

Kutcher memuji performa Moore yang berhasil memenangkan penghargaan Golden Globe lewat peran tersebut. "Dia tampil luar biasa. Saya sangat bangga padanya," ungkap suami Mila Kunis ini.

Dalam produksinya, Kutcher mengungkapkan bahwa banyak diskusi dengan Ryan Murphy berpusat pada tren obat penurun berat badan seperti Mounjaro dan Ozempic. Mereka menyoroti bagaimana orang-orang rela membayar mahal demi mendapatkan obat tersebut, meski bukan untuk kebutuhan medis seperti diabetes.

Pergeseran Budaya: Dari Rahasia Menjadi Tren Sosial

Kutcher mencatat prosedur estetika kini semakin diterima secara sosial. Ia mencontohkan bagaimana suntik Botox telah bergeser dari rahasia pribadi menjadi aktivitas sosial yang lumrah.

"Dulu, jika Anda melakukan Botox, Anda tidak akan memberi tahu siapa pun. Namun sekarang, orang-orang berkata, 'Ayo kita minum kopi dan melakukan Botox,'" kenang Kutcher. "Kecantikan kini tertambat pada rasa aman, kesuksesan, dan kekuasaan."

Pesan Moral di Balik Layar

Rekan mainnya, Jeremy Pope, menambahkan The Beauty mengajukan pertanyaan kritis kepada audiens: "Seberapa banyak yang bersedia Anda korbankan untuk merasakan kecantikan atau kesuksesan mutlak?"

Senada dengan itu, aktris Rebecca Hall yang juga membintangi serial ini menyebut adanya pola pikir bahwa standar kecantikan adalah sesuatu yang bisa "dibeli". Hall memperingatkan risiko kehilangan jati diri di tengah pengejaran estetika luar.

"Kegilaannya adalah kita semua akan berakhir terlihat persis sama, dan kemudian kita akan segera beralih mencari sesuatu yang lain untuk dianggap cantik," pungkas Hall. (BBC/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya