Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Kritik Wajah Troye Sivan Viral, Dokter Kecantikan Asal London Sampaikan Penyesalan

Thalatie K Yani
25/1/2026 12:13
Kritik Wajah Troye Sivan Viral, Dokter Kecantikan Asal London Sampaikan Penyesalan
Troye Sivan(Instagram)

SEORANG dokter kecantikan berbasis di London, Zayn Khalid Majeed, menjadi pusat perhatian publik setelah videonya yang menganalisis wajah penyanyi pop Troye Sivan menuai kecaman luas. Meski mengaku merasa bersalah, dokter tersebut menyatakan akan tetap melanjutkan konten analisis selebriti di masa mendatang.

Dalam video berdurasi dua menit tersebut, Majeed menyoroti area yang ia anggap sebagai "masalah" pada wajah Sivan setelah sang penyanyi muncul di sebuah acara di Australia. Ia bahkan menggunakan istilah "twink death" untuk menggambarkan tanda-tanda penuaan pada Sivan, yang selama ini dianggap sebagai ikon gaya pria gay muda dan langsing.

Respons Menyentuh dari Troye Sivan

Troye Sivan tidak tinggal diam. Penyanyi berusia 30 tahun tersebut merespons melalui esai di Substack, menjelaskan bagaimana video tersebut memicu rasa tidak aman (insecurity) yang sudah lama ia pendam terkait citra tubuhnya.

"Saya telah berjuang dengan citra tubuh saya hampir sepanjang hidup saya. Apa gunanya uang dan kedokteran modern jika bukan untuk memperbaiki semua kekurangan yang dikatakan oleh dokter bedah plastik acak ini?" tulis Sivan.

Mengetahui dampak emosional yang ditimbulkan, Majeed segera menghapus video tersebut dan menghubungi Sivan secara pribadi. Kepada BBC Newsbeat, Majeed mengakui bahwa respons Sivan sangat jujur dan menyentuh.

"Saya merasa tidak enak dan tidak pernah ada niat untuk membuatnya merasa seperti itu, itulah sebabnya saya menghubunginya langsung untuk meminta maaf," ungkap Majeed.

Dilema Konten Edukasi vs Standar Kecantikan Negatif

Majeed berkilah bahwa tujuannya membuat konten adalah untuk mengedukasi masyarakat. Namun, ia menyadari dampak besar yang bisa ditimbulkan oleh suaranya sebagai seorang profesional.

"Saya memiliki suara dan saya perlu menggunakannya untuk membentuk percakapan menjadi lebih baik, di mana kita lebih positif terhadap tubuh dan menerima penuaan sebagai proses alami," tambahnya.

Meski demikian, Majeed menegaskan akan tetap membuat video analisis wajah selebriti. Menurutnya, ada kebutuhan untuk mengungkap fakta di balik prosedur bedah plastik yang dilakukan para pesohor guna memberikan pemahaman bagi calon pasien.

Dampak Psikologis Konsumsi Konten Kecantikan

Kontroversi ini memicu reaksi dari para kreator konten skin-positivity. Samantha Rizzo (26), seorang kreator di New York, menilai bahwa membedah wajah seseorang tanpa izin adalah tindakan yang tidak etis, meskipun orang tersebut terkenal.

Rizzo menceritakan pengalamannya sendiri yang menyesal melakukan prosedur botox setelah terpengaruh konten di media sosial. Ia merasa apa yang dilihatnya secara daring telah mengaburkan persepsinya terhadap diri sendiri.

Senada dengan Rizzo, influencer asal Irlandia, Keelin Moncrieff (28), mengkhawatirkan bagaimana informasi prosedur kecantikan ini bisa memengaruhi kaum muda. Menurutnya, konten seperti itu berisiko menjadi bentuk dukungan tidak langsung terhadap standar kecantikan yang tidak realistis dan sulit dicapai. (BBC/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya