Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Belajar dari Buku Broken Strings, Begini Cara Aurelie Moeremans Bangkit dari Trauma Child Grooming

Putri Rosmalia Octaviyani
13/1/2026 19:58
Belajar dari Buku Broken Strings, Begini Cara Aurelie Moeremans Bangkit dari Trauma Child Grooming
Aktris Aurelie Moeremans penulis buku Broken Strings.(Dok. Instagram Aktris Aurelie Moeremans.jpg)

LEWAT buku Broken Strings, Aurelie Moeremans tidak hanya membongkar luka lama terkait child grooming, tetapi juga membagikan peta jalan kesembuhannya. Baginya, bangkit dari trauma yang terjadi di usia 15 tahun bukanlah proses instan, melainkan perjalanan yang memakan waktu belasan tahun.

Aurelie mengakui bahwa langkah pertama yang paling berat adalah menyadari bahwa dirinya adalah korban. Selama bertahun-tahun, ia sempat terjebak dalam rasa bersalah dan kebingungan sebelum akhirnya memutuskan untuk mencari bantuan.

Langkah Pemulihan Aurelie Moeremans

Dalam narasinya di buku Broken Strings, terdapat beberapa poin krusial yang dilakukan Aurelie untuk memulihkan kesehatan mentalnya:

  • Mencari Bantuan Profesional: Aurelie secara terbuka menyebutkan bahwa ia menjalani sesi terapi dengan psikolog dan psikiater untuk mengurai trauma kompleks yang dialaminya.
  • Menulis sebagai Katarsis: Proses penulisan buku Broken Strings sendiri menjadi bagian dari terapi. Dengan menuliskan setiap detail kejadian, ia merasa sedang melepaskan beban yang selama ini dipendam sendirian.
  • Berhenti Menyalahkan Diri Sendiri: Ia menekankan pentingnya pemahaman bahwa dalam kasus child grooming, kesalahan sepenuhnya ada pada pelaku (predator), bukan pada anak yang dimanipulasi.
  • Menjalin Support System yang Sehat: Membangun kembali hubungan dengan keluarga dan teman-teman yang tulus membantu Aurelie keluar dari isolasi emosional yang diciptakan pelaku di masa lalu.
  • Advokasi dan Berbagi: Mengubah pengalaman pahit menjadi alat edukasi bagi orang lain memberikan makna baru bagi hidupnya dan membantu proses penyembuhan batin yang lebih dalam.

"Healing itu bukan garis lurus. Ada hari-hari di mana aku merasa sudah baik-baik saja, tapi ada juga hari di mana luka itu terasa perih lagi. Dan itu tidak apa-apa," tulis Aurelie dalam salah satu bab penutup bukunya.

Kisah Aurelie Moeremans dalam Broken Strings ebook kini menjadi sumber kekuatan bagi banyak penyintas lainnya untuk berani bicara dan memulai langkah pemulihan mereka sendiri. (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya