Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Waspada Child Grooming! 5 Tanda Bahaya yang Diungkap Aurelie Moeremans dalam Buku Broken Strings

Putri Rosmalia Octaviyani
13/1/2026 19:37
Waspada Child Grooming! 5 Tanda Bahaya yang Diungkap Aurelie Moeremans dalam Buku Broken Strings
Buku Broken Strings Aurelie Moeremans.(Dok. Broken Strings)

AKTRIS dan penyanyi Aurelie Moeremans mengambil langkah berani dengan merilis buku memoar berjudul Broken Strings. Dalam Broken Strings ebook tersebut, perempuan kelahiran Brussel ini menceritakan secara mendalam pengalaman kelamnya menjadi korban child grooming saat baru memulai karier di usia 15 tahun.

Aurelie mengungkapkan bahwa pelakunya adalah seorang pria dewasa yang terpaut usia 14 tahun darinya, yang dalam buku tersebut disamarkan dengan nama Bobby. Melalui pola manipulasi yang sistematis, pelaku berhasil mengontrol hidup Aurelie selama bertahun-tahun sebelum ia akhirnya menyadari bahwa dirinya adalah korban eksploitasi.

5 Tanda Bahaya Child Grooming dalam Buku Broken Strings

Berdasarkan pengalaman yang dituangkan Aurelie, berikut adalah lima tanda bahaya (red flags) child grooming yang perlu diwaspadai:

  • 1. Pemberian Perhatian dan Hadiah Berlebihan: Pelaku membangun kepercayaan dengan memberikan perhatian khusus, hadiah, atau uang untuk membuat anak merasa istimewa dan terikat secara emosional.
  • 2. Isolasi dari Lingkungan Sosial: Pelaku secara perlahan memisahkan korban dari keluarga, teman sebaya, dan realitasnya agar korban hanya bergantung pada pelaku.
  • 3. Kontrol Terhadap Privasi dan Penampilan: Dalam kasus Aurelie, pelaku mulai mengatur cara berpakaian hingga membatasi komunikasi korban dengan dunia luar.
  • 4. Ketimpangan Kuasa yang Dieksploitasi: Pelaku menggunakan statusnya sebagai orang dewasa atau figur otoritas untuk mendominasi keputusan anak yang belum matang secara emosional.
  • 5. Rahasia dan Ketergantungan Emosional: Pelaku menanamkan pemikiran bahwa hubungan mereka adalah "rahasia spesial" yang tidak boleh diketahui orang lain, menciptakan beban psikologis bagi korban.

"Bobby perlahan memisahkan dirinya dari realitas," tulis Aurelie dalam salah satu bab bukunya. Ia juga menekankan bahwa luka akibat child grooming tidak selalu terlihat secara fisik, namun sangat nyata dan membekas secara psikologis hingga dewasa.

Melalui Broken Strings, Aurelie berharap masyarakat lebih peka terhadap pola pendekatan orang dewasa yang mencurigakan kepada anak di bawah umur. Buku ini menjadi pengingat penting bagi orang tua untuk menjaga komunikasi terbuka dengan anak agar terhindar dari jeratan predator seksual. (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya