Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Broken Strings: Mengapa Buku Aurelie Moeremans Harus jadi Bacaan Wajib para Orangtua dan Pendidik?

Putri Rosmalia Octaviyani
13/1/2026 19:44
Broken Strings: Mengapa Buku Aurelie Moeremans Harus jadi Bacaan Wajib para Orangtua dan Pendidik?
Penulis buku Broken Strings, Aurelie Moeremans.(Dok. Antara)

BUKU memoar terbaru Aurelie Moeremans, Broken Strings, mendadak viral dan menjadi perbincangan hangat di kalangan pemerhati perlindungan anak. Bukan sekadar curahan hati, Broken Strings ebook yang dibagikan secara gratis dalam format digital ini dipandang sebagai instrumen edukasi penting bagi orang tua dan pendidik untuk memahami pola child grooming.

Aurelie menceritakan pengalamannya saat berusia 15 tahun, di mana ia terjerat manipulasi seorang pria dewasa yang terpaut usia 14 tahun darinya. Melalui narasi yang jujur, Aurelie menunjukkan bahwa ancaman predator sering kali datang dari sosok yang terlihat "aman" dan mendapatkan kepercayaan penuh dari lingkungan terdekat.

5 Tanda Bahaya (Red Flags) Child Grooming dalam Buku Broken Strings

Buku ini merinci tahapan manipulasi yang sering kali luput dari pengawasan orang dewasa di sekitar korban:

  • 1. Membangun Kepercayaan Secara Bertahap: Pelaku tidak langsung melakukan pelecehan, melainkan memberikan perhatian berlebih, hadiah, atau bantuan profesional untuk menciptakan rasa utang budi.
  • 2. Validasi Semu (Treating as Adults): Pelaku membuat anak merasa lebih dewasa dan istimewa dibanding teman sebayanya, sehingga korban merasa memiliki koneksi "spesial" dengan orang dewasa tersebut.
  • 3. Mendekati Otoritas (Orang Tua/Keluarga): Predator sering kali sangat sopan dan baik di depan orang tua untuk menghilangkan kecurigaan, sehingga mereka mendapatkan akses bebas terhadap anak.
  • 4. Isolasi Sosial Secara Halus: Pelaku perlahan-lahan menanamkan pemikiran bahwa hanya dia yang memahami korban, sementara keluarga atau teman dianggap sebagai penghalang kebahagiaan mereka.
  • 5. Doktrin "Rahasia Spesial": Pelaku menanamkan beban rahasia kepada anak, membuat korban merasa bersalah atau takut jika hubungan tersebut diketahui orang lain.

Mengapa Orang Tua dan Pendidik Wajib Membaca Broken Strings?

Psikolog klinis menilai Broken Strings sebagai "alat imunisasi" bagi keluarga. Di era digital, celah bagi predator untuk masuk ke ruang privat anak semakin luas. Buku ini menekankan bahwa komunikasi terbuka antara orang tua dan anak adalah benteng pertahanan utama.

"Orang tua tidak bisa terus menjaga anak dalam kondisi steril. Yang bisa dilakukan adalah memperkuat imunitas kritis anak agar mereka tahu kapan sebuah perhatian berubah menjadi manipulasi," tulis Aurelie dalam pesan edukasinya di media sosial.

Dengan memahami pola yang dialami Aurelie, pendidik di sekolah juga diharapkan mampu mendeteksi perubahan perilaku siswa yang mungkin sedang berada dalam tahap grooming, seperti menarik diri dari lingkungan atau memiliki ketergantungan emosional yang tidak wajar pada sosok dewasa tertentu. (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya