Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
SALAH satu film animasi terlaris Malaysia, Papa Zola The Movie bersiap tayang di bioskop tanah air. Film yang merupakan spin-off dari serial populer Boboiboy itu sukses meraup 3,5 juta penonton di Malaysia dan dijadwalkan menyapa publik Indonesia pada 23 Januari di Bioskop.
Eksekutif Produser Papa Zola The Movie, Diani Ahmad Fawzi menyatakan, salah satu alasan Papa Zola dihadirkan di Indonesia karena film animasi ini memiliki cerita yang cukup dekat dengan publik Indonesia, menghadirkan cerita emosional tentang keluarga.
“Untuk Papa Zola: The Movie ini, kami rasa dia lebih kepada memiliki cerita-ceritanya yang sama emosionalnya dengan film Indonesia kebanyakan. Indonesia kaya akan cerita yang emosional, jadi kami harap ini juga boleh membawa kepada bukan penggemar animasi saja, tapi kepada orang yang menonton sinetron, menonton movie lain boleh juga relate,” terang Diani dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (9/1).
Papa Zola: The Movie hadir sebagai film keluarga tentang sebuah pengorbanan. Film ini berfokus pada kehidupan Papa Zola, yang kini bekerja serabutan sebagai pengantar makanan demi menafkahi istri dan putrinya (Pipi Zola). Papa Zola tak menyadari, kalau ia dan istrinya, Mama Zila, adalah mantan agen rahasia elit yang hilang ingatan.
Konflik memuncak ketika Pipi Zola diculik oleh alien jahat yang ingin menguasai bumi lewat simulasi game. Demi menyelamatkan putrinya, Papa Zola harus memulihkan ingatannya dan kembali beraksi.
”Kami rasa film ini cocok untuk ditonton bersama keluarga, Papa Zola mengajarkan arti pengorbanan sebuah keluarga. Jadi rasanya it's a story that everyone can watch dan relatable untuk banyak orang,” jelas Diani.
Film ini sejatinya sudah lebih dulu tayang di Malaysia pada Desember 2025 lalu, bersaing dengan film Hollywood seperti ‘Avatar : Fire And Ash’ dan Zootopia 2. Diani mengklaim bahwa di Malaysia Papa Zola The Movie mendapat respon positif bahkan jumlah penonton yang lebih tinggi dibandingkan kedua film itu.
”Kami juga tak menyangka juga bisa bersaing dengan Avatar di Malaysia, but we fight very positif. Mungkin bisa dikatakan kalau Avatar dan PApa Zola is different genre, Papa Zola is a family genre, jadi masing-masing penonton boleh pilih film mana yang sesuai keinginannya,” jelas Diani.
Selain karena mengedepankan genre film keluarga, larisnya film tersebut di Malaysia karena Papa Zola The Movie diyakini memiliki cerita yang dekat dengan masyarakat Malaysia, serta memberikan banya pesan-pesan moral yang dekat dengan kehidupan penonton. (H-2)
Melalui unggahan di media sosial, Si Juki, Jumbo, dan Adit Sopo Jarwo menunjukkan dukungan mereka terhadap pemutaran Papa Zola The Movie.
Di Indonesia, film ini juga memulai penayangan dengan sangat kuat. Pada akhir pekan pertama, Papa Zola The Movie berhasil meraih lebih dari 200 ribu penonton.
STUDIO animasi asal Malaysia, Monsta Studios kembali dengan film animasi layar lebar terbaru mereka, Papa Zola The Movie. Film ini telah lebih dulu tayang di jaringan bioskop Malaysia.
Film anime legendaris karya sutradara Makoto Shinkai, 5 Centimeters Per Second (2007), akhirnya akan tayang di jaringan bioskop Indonesia mulai 16 Januari 2026.
BAFM 2025 lahir dari kebutuhan nyata industri kreatif Indonesia akan ruang temu yang mempertemukan karya, talenta, dan ekosistem industri secara berkelanjutan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved