Headline
Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPOLISIAN Seoul kembali melakukan penangkapan terhadap seorang penggemar obsesif (sasaeng) yang mencoba menerobos privasi anggota grup K-pop global BTS, Jungkook. Kali ini, seorang wanita berkewarganegaraan Brasil diamankan pihak berwajib setelah berulang kali mendatangi kediaman sang idola di Distrik Yongsan.
Dilansir dari Korea Times, Kantor Polisi Yongsan di Seoul pusat mengonfirmasi pada Minggu (4/1) bahwa mereka telah menangkap wanita berusia 30-an tahun tersebut atas dugaan pelanggaran undang-undang anti-penguntitan. Tersangka dilaporkan mendatangi kediaman Jungkook sekitar pukul 14.50 waktu setempat dan memicu keributan di depan properti tersebut.
Menurut keterangan polisi, wanita tersebut bertindak agresif dengan melemparkan surat ke arah rumah Jungkook. Investigasi awal mengungkapkan bahwa ini bukan kali pertama tersangka melakukan tindakan serupa. Ia diketahui telah mengunjungi rumah pelantun lagu Standing Next to You itu sebanyak dua kali pada bulan Desember lalu. Saat itu, pihak perwakilan Jungkook telah meminta perintah larangan mendekat (no-contact order), namun peringatan tersebut diabaikan oleh pelaku.
Insiden ini menambah daftar panjang gangguan keamanan yang dialami Jungkook sejak menyelesaikan wajib militernya pada Juni 2025. Privasi anggota termuda BTS ini terus terusik oleh serangkaian upaya penyusupan yang dilakukan oleh warga negara asing maupun lokal.
Catatan kepolisian menunjukkan pola yang mengkhawatirkan dalam enam bulan terakhir:
Pihak kepolisian Yongsan menyatakan akan melakukan penyelidikan lebih lanjut terhadap tersangka asal Brasil tersebut untuk mendalami motif dan detail kasus, mengingat frekuensi kedatangannya yang semakin intensif dalam sebulan terakhir. (Korean Times/Z-10)
Ini adalah kasus penerobosan kedua di kediaman personel BTS, Jungkook, dalam beberapa bulan terakhir.
Studi terbaru: wanita korban stalking berisiko 41–70% lebih tinggi alami sakit jantung dan stroke. Ketahui faktanya di sini.
Penelitian menunjukkan perempuan yang alami stalking atau mengajukan perintah perlindungan berisiko lebih tinggi terkena serangan jantung dan stroke.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved